"Kami sedang mencoba, alhamdullilah Presiden (Joko Widodo) dan Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) mendukung, 2 tahun ke depan BUMN sudah tidak terima APBN," ujar Erick dalam diskusi virtual melalui akun instagram IDNTimes, Sabtu (13/6).
Sebagai gantinya, operasional BUMN akan hidup dari satu persen dividen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, ia mau memastikan BUMN profesional dan transparan.
"Tidak ada lagi konsep project base, tetapi yang kami mau justru dari mana proses bisnisnya. Jadi tidak hanya 'bikin ini' tetapi secara keseluruhan dilihat perlu enggak barang ini," jelasnya.
"Ini juga bagus untuk pengusaha daerah, pengusaha kecil, dan menengah. Lahan bisnisnya tidak diambil semua oleh BUMN, BUMN mesti (mengurusi) yang memang impactful dan besar," paparnya.
Keempat, perubahan BUMN harus didasari oleh budaya (culture). Karenanya, AKHLAK menjadi hal terpenting bagi BUMN. AKHLAK sendiri merupakan kependekan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif, Harmonis.
"Saya sangat percaya perubahan ini juga dari generasi muda," ujarnya.
(sfr)