Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan salah satu strategi adalah menawarkan diskon guna menarik pelanggan. Besaran tersebut akan diberikan bergantung kebijakan masing-masing tenant.
"Tentunya sebagian gerai secara bergantian juga memberikan diskon untuk menyambut pengunjung yang sudah kangen ke mal," katanya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (14/6)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengelola mal di DKI Jakarta juga menyediakan berbagai macam fasilitas mulai dari wastafel, sabun cuci tangan, hand sanitizer, aturan wajib masker untuk memasuki area mal, dan pengukuran suhu tubuh.
Bahkan, sejumlah mal menyediakan fasilitas 100 persen touchless (tidak bersentuhan langsung). Misalnya, memberikan wastafel cuci tangan otomatis, sabun cuci tangan, dan hand sanitizer otomatis tanpa sentuh. Begitu pula dengan tombol lift yang menggunakan sensor sehingga pengunjung tidak perlu menyentuhnya.
[Gambas:Video CNN]
"Sebagian mal memang menyempurnakan peralatan dengan touchless. Tujuannya untuk menghindari bersentuhan dan juga agar pengunjung lebih yakin dan berani ke mal," tuturnya.
Selama ini, sebagian pusat perbelanjaan masih beroperasi. Namun, terbatas pada bahan pangan dan farmasi selama PSBB di DKI Jakarta berlangsung.
"Pusat perbelanjaan atau mal dan pasar yang non-pangan baru bisa dimulai pada Senin tanggal 15 Juni, baru pusat pertokoan pasar-pasar mulai berkegiatan," kata Anies belum lama ini. (ulf/agt)