Wakil Ketua III Dewan Pembina Darah Organda DKI Petrus Tukimin menyampaikan hal tersebut bakal membuat para pemilik angkutan makin tertekan di tengah minimnya pemasukan akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.
"Sudah pasti akan keberatan, karena harganya kan enggak murah. Belum kafi jumlahnya sekarang angkutan udah berkurang karena banyak yang tutup," ucapnya saat dihubungi CNNIndonesia.com Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dari jumlah tersebut, yang bergabung pengelolaannya dengan Transjakarta tak sampai 10 persen. "Bus kecil itu, mikrolet, baru sekitar seribuan. Kalau yang kayak metromini dan Kopaja paling enggak sampai 300," tuturnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian Perhubungan bakal meminta transportasi umum darat memasang lampu ultraviolet pada saat beroperasi di era tatanan normal baru (new normal). Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan hal tersebut diharapkan dapat terpenuhi secara bertahap.
"Kami mencoba menawarkan karena kami juga benchmarking dengan beberapa negara, ternyata dengan penggunaan sinar ultraviolet, itu akan mematikan virus, dengan demikian kami berharap moda transportasi umum secara bertahap memasang lampu sinar ultraviolet," ungkap Budi.
(hrf/age)