Ketua Harian PHRI Banten Ashok Kumar menilai hal itu tak lepas dari kesiapan pengelola hotel dan restoran menyongsong new normal pada masa PSBB. Ia mengatakan pengusaha perhotelan mengusung konsep smart living yang paralel dengan SOP atau protokol keamanan covid-19.
"Dengan branding yang baik Insya Allah income akan naik perlahan-lahan. Yang jelas smart living itu kami utamakan health-nya baru kemudian wealth-nya," ucap Ashok saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ashok menjelaskan dalam hal kebersihan umum dan kamar hotel, misalnya, pengelola melakukan disinfeksi rutin sebelum kamar ditempati tamu. "Kalau tamu menetap lebih dari satu hari, kami tetap bersihkan tapi sementara dibersihkan, tamu dipindah terlebih dahulu ke kamar lain yang sudah bersih," ucapnya.
Di luar itu, kata dia, ada ongkos lebih tinggi yang perlu dikeluarkan manajemen hotel untuk menarik pengunjung jelang masa new normal.
Ia mencontohkan Novotel Tangerang yang mengeluarkan dana lebih untuk pengadaan ultraviolet sanitizer box untuk memastikan kebersihan peralatan pengunjung, automatic thermal scanner dan hand sanitizer, flexi glass untuk membatasi jarak tamu dan resepsionis, serta atribut bagi karyawan hotel seperti sarung tangan, masker hingga face shield.
Bahkan, pengunjung yang melaksanakan meeting diajak untuk melakukan rapid test terlebih dahulu. "Jadi memang ada penambahan pengeluaran, tapi ini semata-mata agar pengunjung tak khawatir datang, dan ke depan pertumbuhan tingkat hunian jadi lebih sustain," tandas Ashok.
(hrf/age)