Hewson mengundurkan diri setelah 7 tahun memimpin Lockheed Martin. Dilansir dari CNN, kepemimpinan Hewson terbilang gemilang. Dia pernah dinobatkan sebagai salah satu pebisnis perempuan tersukses.
Hewson pun pernah menyandang CEO Terbaik 2017 dari majalah Chief Executive. Terakhir, tahun lalu Hewson masuk ke dalam jajaran 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah TIME.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunduran Marillyn dari posisi bos disusul oleh keputusan berbagai CEO wanita lainnya dari posisi mereka seperti Ginni Rommetty dari IBM, Cheryl Miller dari AutoNation, dan Kathryn Marinello dari Hertz.
Dalam sejarahnya, pada 1972 hanya ada satu CEO wanita yaitu Katharine Graham yang kala itu memimpin Washington Post. Secara total hanya ada 87 CEO wanita yang pernah dimuat dalam daftar Fortune 500 Companies.
Dari daftar tersebut hanya ada 3 orang yang bukan berkulit putih, CEO Gap Sonia Syngal, CEO Advanced Micro Device Lisa Su, dan CEO Yum China Joey Wat.
(wel/age)