Kisah Nasabah Bukopin Mondar-Mandir Demi Tarik Dana

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 12:52 WIB
Suasana pelayanan nasabah di kantor pusat Bank Bukopin, MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) PT Bank Bukopin Tbk, melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terbatas Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc. Sejumlah nasabah mengaku sempat ke ATM dan kantor cabang Bank Bukopin, sebelum beralih ke kantor pusat untuk menarik dana mereka. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah nasabah PT Bank Bukopin Tbk mengaku sempat mengunjungi kantor cabang sebelum beralih ke kantor pusat bank untuk mencairkan dana mereka. Namun, mereka mengaku kesulitan karena pihak Bank Bukopin membatasi jumlah penarikan dana nasabah.

Tak hanya itu, mereka juga mengaku tidak bisa menarik uang dari mesin ATM Bank Bukopin.

Budi, bukan nama sebenarnya, salah satunya. Ia mengaku telah mencoba mengambil uang di mesin ATM di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sayangnya, ia tidak bisa menarik uangnya.


Lantas, ia memutuskan untuk mendatangi langsung kantor pusat Bank Bukopin di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

"Saya ke Kebayoran Baru, sudah tidak bisa semua (tarik uang) di ATM. Harus pakai buku katanya," paparnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/7).

Beruntung, ia mendapatkan nomor antrian 100. Pasalnya, manajemen Bank Bukopin membatasi nomor antrian hanya  sampai 150 setiap harinya. Namun, ia enggan mengatakan berapa uang yang akan ditariknya.

"Adzan dhuhur saya sudah disini, kirain sudah lewat nomor 100, eh ternyata belum, masih banyak," ujarnya.

Kisah serupa dialami oleh nasabah lain yang enggan disebutkan namanya. Nasabah perempuan yang ditemui mengaku sudah mendatangi kantor cabang Bank Bukopin di Menara Sentraya, Jakarta Selatan. Namun, pihak bank membatasi penarikan dana.

Alhasil, ia memilih datang langsung ke kantor pusat Bank Bukopin.

"Di sana kecil (batas penarikan), Rp5 juta kalau tidak salah," katanya.

Untuk menghindari antrean nasabah yang ingin menarik dana, pihak Bank Bukopin memberlakukan sistem pengambilan nomor antrian online. Layanan itu bisa diakses melalui pesan whatsApp.

Sementara itu, sekretaris perusahaan Bank Bukopin Meliawati tak menampik pihaknya memang membatasi penarikan dana di sejumlah cabang. Kebijakan itu diberlakukan secara situasional agar bank dapat memenuhi kebutuhan transaksi nasabah.

"Hal ini menjadi penyesuaian yang perlu dilakukan dan pejabat bank tetap memberikan penjelasan kepada nasabah sebagaimana standar pelayanan operasional perseroan," ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat ini, perusahaan dengan kode saham BBKP itu tengah mengebut penyelesaian Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru, yakni Kookmin Bank. Bank asal Korea Selatan itu, akan meningkatkan porsi kepemilikan saham Bank Bukopin dari 21,99 persen menjadi 51 persen.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)