Ada Corona, Kemenperin Dorong Pabrik Unilever Tetap Operasi

CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 17:19 WIB
Pabrik baru PT Unilever Indonesia yang memproduksi bumbu masak Royco dan kecap Bango di Cikarang, Selasa (25/8). (CNN Indonesia/Galih Gumelar) Kemenperin mendorong Unilever tetap mengoperasikan pabriknya meski ada karyawan yang terinfeksi virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Galih Gumelar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong PT Unilever Indonesia tetap mengoperasikan pabriknya di Cikarang, Jawa Barat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Per 3 Juli 2020, perusahaan mencatat 21 karyawan pabrik positif terinfeksi virus corona.

"Setelah diketahui terdapat karyawan yang positif COVID-19 pada salah satu pabrik milik Unilever di Cikarang, maka sesuai Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19, Kemenperin tetap akan mendorong perusahaan untuk beroperasi," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/7).


Rochim mengungkapkan pihak Kementerian Perindustrian akan mengadakan konferensi video dengan Unilever yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 hari ini, Jumat (3/7).

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengonfirmasi bahwa seorang karyawan dari salah satu anggotanya yakni Unilever, dinyatakan positif COVID-19.

Namun demikian, Adhi mengatakan bahwa perusahaan multinasional tersebut telah menerapkan prosedur tepat dalam menangani munculnya kasus positif covid di salah satu pabrik unit usaha milik Unilever di Cikarang.

"Kami sudah konfirmasi bahwasanya terdapat seorang karyawan positif covid-19. Kemudian, perusahaan memutuskan untuk melakukan tes PCR kepada seluruh karyawan dan ditemukan 19 Orang Tanpa Gejala positif covid-19," kata Adhi.

[Gambas:Video CNN]

Sementera itu, dalam keterangan terpisah, Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso menyatakan pabrik perusahaan di Cikarang ditutup sementara menyusul kasus positif covid-19 beberapa karyawan di Departemen Engineering.

"Operasional kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan," ujar Sancoyo seperti dikutip dari surat resmi yang diterima CNNIndonesia.com.

Perusahaan menyatakan belum bisa memberi kepastian kapan operasional pabrik di Cikarang bisa dibuka kembali. Perusahaan masih menunggu arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bahkan, perusahaan juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan, Kepolisian Resor (Polres), Komando Distrik Militer (Kodim), dan Dinas Perindustrian serta manajemen Kawasan Industri Jababeka untuk menyelaraskan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan.

(sfr/age)