Resesi, Laju Ekonomi Eropa Diprediksi Minus 8,3 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 10:12 WIB
Two women members of Komisi Uni Eropa memperkirakan ekonomi negara kawasannya minus 8,3 persen, jauh dari ekspektasi sebelumnya, negatif 7,4 persen. Ilustrasi. (AFP/Andrea Pattaro).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertumbuhan ekonomi Eropa diperkirakan jatuh lebih dalam dari ekspektasi. Menurut Komisi Uni Eropa (UE), pertumbuhan ekonomi bakal minus 8,3 persen pada tahun ini, jauh dari perkiraan sebelumnya, yaitu minus 7,4 persen.

Pertumbuhan ekonomi tahun depan juga akan kurang kuat dibandingkan harapan sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa Eropa butuh waktu lebih lama untuk pulih dari tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona (covid-19).

"Dampak ekonomi dari pandemi corona ini lebih parah dari yang kami perkirakan," terang Komisioner UE Valdis Dombrovskis mengatakan , mengutip CNN.com, Rabu (8/7).


Prospek 19 negara di UE yang menggunakan mata uang euro malah lebih parah lagi. Diperkirakan, ekonomi negara-negara tersebut terkontraksi atau minus hingga 8,7 persen pada akhir tahun nanti.

Proyeksi itu didasarkan dengan asumsi penguncian wilayah (lockdown) diperlonggar dan tidak akan ada gelombang kedua corona.

"Skala dan durasi pandemi corona, atau kemungkinan penguncian wilayah di masa depan, tetap tidak diketahui," kata Komisi UE.

Namun demikian, UE mengingatkan ketidakpastian yang besar juga dapat berarti bahwa ekonomi dapat bangkit lebih kuat dari yang diharapkan banyak orang.

Optimisme ini muncul dengan tanda-tanda awal pemulihan, yakni kesiapan Eropa menyambut wisatawan. Salah satunya, membuka kembali Museum Louvre di Paris, Prancis.

Selain itu, negara-negara UE masih berusaha menyepakati paket bantuan pemulihan corona senilai 750 miliar atau sekitar US$825 miliar.

Dana pemulihan ini diperkirakan akan sangat membantu negara-negara anggota, terutama mereka yang mengandalkan pariwisata sebagai pendapatan negara, seperti Italia, Spanyol, Portugal, dan Yunani.

[Gambas:Video CNN]



(bir/sfr)