Corona, 50 Juta Warga Afrika akan Jatuh ke Kemiskinan Ekstrem

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 10:55 WIB
A farmer waves her shawl in the air to try to chase away swarms of desert locusts from her crops, in Katitika village, Kitui county, Kenya Friday, Jan. 24, 2020. Desert locusts have swarmed into Kenya by the hundreds of millions from Somalia and Ethiopia, countries that haven't seen such numbers in a quarter-century, destroying farmland and threatening an already vulnerable region. (AP Photo/Ben Curtis) Bank Pembangunan Afrika memperkirakan hampir 50 juta penduduk Afrika masuk ke jurang kemiskinan karena pandemi corona. Ilustrasi. (AP Photo/Ben Curtis).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Pembangunan Afrika (African Development Bank/AfDB) memperkirakan 50 juta penduduk Afrika terancam masuk jurang kemiskinan ekstrem di tengah pandemi virus corona.

Dalam laporan African Economic Outlook, AfDB menerangkan sekitar 425 juta penduduk atau sepertiga penduduk Afrika sebelumnya sudah hidup di bawah garis kemiskinan internasional US$1,9 per hari pada 2020.

"Sekitar 28,2 juta hingga 49,2 juta lebih penduduk Afrika dapat terdorong ke kemiskinan ekstrem," tulis AfDB seperti dilansir dari AFP, Rabu (8/7).


Lonjakan penduduk miskin terparah diprediksi terjadi di Nigeria, negara dengan penduduk terpadat di Afrika. Sekitar 8,5 juta hingga 11,5 juta dari 200 juta penduduk Nigeria diperkirakan masuk ke jurang kemiskinan ekstrem seiring anjloknya harga minyak dan ambruknya ekonomi karena corona.

Proyeksi itu dibuat untuk dua tahun ke depan, di mana 28,2 juta adalah proyeksi wajar dan 49,2 juta adalah skenario terburuk.

Sementara itu, jumlah penduduk sangat miskin Republik Kongo diramal meningkat 2,7 juta hingga 3,4 juta penduduk. Sebagai catatan, saat ini,72 persen dari 90 juta penduduk Kongo hidup di bawah garis kemiskinan.

Afrika sendiri sebenarnya merupakan benua yang terkena dampak pandemi virus corona paling rendah setelah Oceania. Per Selasa (7/8), AFP  melaporkan kasus positif corona di Afrika hampir 500 ribu kasus di mana nyaris 11.700 di antaranya meninggal.

[Gambas:Video CNN]

Kendati demikian, krisis kesehatan dan penutupan wilayah (lockdown) telah memukul perekonomian, lapangan kerja dan pendapatan warga. AfDB memprediksi wabah corona bakal menghilangkan sekitar 24,6 juta hingga 30 juta lapangan pekerjaan di Afrika.

Tak ayal, lembaga keuangan multilateral itu memperkirakan Afrika bakal terjerat resesi dengan penurunan laju PDB sebesar 1,7 hingga 3,4 persen tahun ini. Proyeksi itu merosot 5,6 hingga 7,3 poin persentase dari perkiraan sebelum pandemi.

Pada akhir bulan lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kawasan sub-Sahara Afrika diprediksi turun 3,2 persen dan tingkat pendapatan masyarakat bakal anjlok ke level 2010.

(sfr/bir)