Kemenaker Proyeksi 23 Juta Pekerjaan Hilang Efek Digitalisasi

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 15:49 WIB
Sejumlah pekerja berjalan dengan latar belakang gedung perkantoran, Jakarta, Kamis (16/4/2020). H+2 lebaran jalan Jakarta terpantau ramai selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga di Jakarta. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) Kementerian Ketenagakerjaan memproyeksikan sekitar 23 juta pekerjaan akan hilang terdampak digitalisasi hingga 2030.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan memproyeksikan sekitar 23 juta pekerjaan akan hilang terdampak digitalisasi hingga 2030. Sehingga, tenaga kerja perlu program skiling, reskilling dan up-skilling.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan program tersebut nantinya juga akan menyasar para lulusan baru atau fresh graduate.

"Kebijakan triple skilling menyasar kepada tiga elemen tenaga kerja. Skilling kepada pencari kerja yang fresh graduate, reskilling kepada pekerja yang berpotensi pindah, kemudian up-skilling kepada para pekerja terdampak di masa pandemi," ucapnya dalam rapat bersama komisi IX, Rabu (8/7).


Meski ada 23 juta pekerjaan yang hilang, Kemenaker juga memproyeksikan akan muncul 27-46 juta pekerjaan baru sebagai dampak digitalisasi hingga 2030.

Namun, Ida mengungkap hingga saat ini kondisi ketenagakerjaan Indonesia masih didominasi oleh pekerja berpendidikan rendah. Mayoritas pekerja atau 56 persen merupakan lulusan SMP ke bawah.

"Walaupun, sebenarnya turun juga kalau dilihat sebelumnya 57 persen. Karena pendidikan semakin baik maka pendidikan SMP ke bawah turun menjadi 56 persen. Ini artinya turun dan ada peningkatan persentase penduduk yang bekerja yang memiliki pendidikan universitas," tuturnya.

Dari data tersebut, Ida memaparkan perlu ada peningkatan kompetensi kerja, updating skilling hingga multiskilling agar tenaga kerja yang ada di Indonesia dapat terserap pasar tenaga kerja.

Selain itu, Ida menilai yang juga perlu mendapat perhatian khusus adalah angka pengangguran di Indonesia yang didominasi angkatan kerja usia muda yakni 15 tahun sampai 24 tahun dengan tingkat pendidikan SMA dan SMK. Sementara, jika dilihat dari sisi regional terlihat bahwa provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi adalah Banten, Jawa Barat, serta Maluku.

"Kemenaker juga sudah melakukan langkah strategis baik dari refocusing anggaran maupun perubahan kebijakan untuk mempertimbangkan keberlangsungan usaha dan perlindungan bagi pekerja," pungkas Ida.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)