Erick Thohir Minta Bantuan KPK Awasi Dana Talangan BUMN

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 14:44 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat menggelar konferensi pers terkait perkembangan temuan 'MOGE' dalam pesawat Garuda. Jakarta. Kamis (5/12/2019).CNN Indonesia/Andry Novelino Menteri BUMN Erick Thohir meminta pendampingan KPK dalam penanganan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).(CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkap kedatangan Erick untuk meminta pendampingan KPK dalam penanganan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Kami (BUMN) kan mendapat PEN. Pertama untuk UMKM di Jamkrindo dan Askrindo. Kedua untuk PMN. Ketiga untuk dana investasi yang disebut dana talangan itu," ujar Arya, Rabu (8/7).

Sehingga, BUMN meminta pendampingan KPK agar dana yang diberikan negara bisa disalurkan, digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak melanggar hukum.


"Dengan pendampingan tersebut, kami harapkan penggunaan anggaran bisa dikawal dengan baik," papar Arya.

Dia mengungkap KPK menyambut gembira atas inisiatif Kementerian BUMN tersebut. Erick datang menemui Ketua KPK Firli Bahuri didampingi oleh kedua Wakil Menteri BUMN yakni Kartika Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin.

Seperti yang diketahui, Kementerian BUMN mendapatkan suntikan dana PEN sebesar Rp52,57 triliun. Rinciannya, subsidi listrik Rp6,9 triliun, bantuan sosial logistik/pangan/sembako Rp10 triliun, Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk empat BUMN total Rp15,5 triliun dan talangan (investasi) untuk modal kerja bagi lima BUMN total sebesar Rp19,65 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)