Menaker Beri Penjelasan soal 500 TKA China di Konawe

Kementerian Ketenagakerjaan, CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 12:10 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di sela rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Alasan pemerintah menyetujui masuknya 500 TKA China ke Konawe karena keahliannya dibutuhkan dan bisa menyerap 5.000 tenaga kerja lokal. (Foto: Dok. Kemnaker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjelaskan perihal kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang masuk ke Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Ida mengatakan sekitar 500 TKA akan masuk ke Konawe dan sebanyak 5.000 tenaga kerja lokal akan terserap oleh perusahaan yang membutuhkan di sana.

"Jadi tenaga kerja (TKA, red) yang akan datang direncanakan masuk 500 orang. Dengan mereka (TKA) bisa mengoperasikan perusahaan yang dibangun, maka akan bisa menyerap 5.000 tenaga kerja lokal, bukan 5.000 TKA," ujar Ida di sela rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7).


Menurutnya, sudah ada nota kesepahaman antara perusahaan dengan Pemkab Konawe untuk merekrut tenaga kerja lokal secara bertahap, termasuk 500 TKA. Jumlah tersebut pun telah dikoordinasikan dengan Forkopimda, serta Pemerintah Daerah di Sulawesi Tenggara dan kabupaten/kota.

"Kita tentunya harus memastikan juga kesiapan dan kondisi daerahnya. Setelah semuanya siap Rencana Penggunaan TKA (RPTKA)-nya kita akan berikan," lanjut Ida.

Ida berharap banyak tenaga kerja lokal terserap di berbagai daerah di masa pandemi Covid-19 ini. Pasalnya, jutaan pekerja telah menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan.

Merupakan Skilled Worker

Terkait hadirnya TKA bersamaan saat pengangguran di Indonesia bertambah selama pandemi, Menaker Ida menyatakan pihaknya telah meminta perusahaan untuk turut menyerap tenaga kerja lokal.

"Sekali lagi, diizinkan karena ada komitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 5.000 pekerja. Yang paling penting, mereka (TKA) adalah skilled dengan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu," katanya.

Kedatangan para TKA ke Konawe pun, lanjutnya, karena keahlian para TKA tersebut dibutuhkan oleh sejumlah perusahaan di Konawe.

"Alasan pemerintah menyetujui masuknya TKA China tersebut karena keahliannya dibutuhkan oleh dua perusahaan yang ada di Konawe. Kita minta juga ada tenaga kerja lokal yang akan mendampingi mereka agar terjadi transfer of knowledge. Pada akhirnya tenaga kerja lokal kita sudah bisa memahami teknologinya, maka operasional selanjutnya akan diserahkan kepada tenaga kerja lokal kita," katanya.

(fef)

[Gambas:Video CNN]