Erick Thohir Duga Vaksin Covid-19 Belum Segera Ditemukan

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 13:24 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) berada di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww. Menteri BUMN Erick Thohir menduga vaksin covid-19 belum dapat ditemukan, yang memaksa masyarakat harus terus menjalankan protokol kesehatan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memprediksi vaksin virus corona (covid-19) belum dapat ditemukan dalam waktu dekat. Oleh karenanya, masyarakat mau tidak mau harus terus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat demi mencegah penularan penyakit.

"(Protokol kesehatan) situasi normal yang suka tidak suka harus dihadapi selama vaksin belum ditemukan. Saya melihat vaksin belum juga ditemukan dalam waktu dekat," ungkap Erick dalam video conference, Kamis (9/7).

Kendati begitu, dia berharap proyeksinya salah. Andai vaksin virus corona bisa ditemukan tahun ini, maka Indonesia bisa mulai memproduksinya dalam jumlah banyak pada tahun depan.


"Kalau ternyata vaksinnya bisa ditemukan pada akhir tahun ini, bisa produksi. Maka, tentu tahun depan bisa ada solusinya (untuk kasus penularan virus corona di dalam negeri)," terang Erick.

Pemerintah saat ini diketahui sedang melakukan uji coba penemuan vaksin virus corona dan bekerja sama dengan negara lain, salah satunya Korea Selatan.

Sementara itu, untuk penelitian vaksin yang dikerjakan Bio Farma dan perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac Biotech Ltd, telah melewati uji klinis fase pertama.

Di samping itu, Erick menyatakan persoalan penularan virus corona menjadi bagian tak terpisahkan dengan situasi perekonomian saat ini. Pasalnya, pandemi corona telah menghancurkan ekonomi, baik di global maupun domestik.

Ia memperkirakan dunia usaha baru bisa memulihkan bisnisnya sekitar 40 persen sampai 60 persen pada tahun ini. Kemudian, pemulihan akan berlanjut pada 2021 mendatang dengan kisaran di atas 75 persen dan pulih 100 persen pada 2022.

"Tahun depan (2021) itu pemulihan bisa 75 persen ke atas, nanti batu kuartal I 2022 bisa 100 persen seperti 2019," tandas Erick. 

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)