Erick Thohir: Terima Kasih Tren Masker yang Keren-keren

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 20:05 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sidang kabinet tersebut membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww. Menteri BUMN Erick Thohir menilai tren masker mendorong masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah pandemi corona. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan masker dengan berbagai motif kini sedang menjadi tren di tengah pandemi virus corona. Tren itu mendorong masyarakat untuk mau menggunakan masker dari sebelumnya 'ogah-ogahan'.

"Terima kasih sekarang ada tren masker yang keren-keren, ini penting karena masyarakat senangnya begitunya. Kalau ditakut-takuti tidak jalan, diancam tidak jalan. Kalau dijadikan tren bisa jalan," ungkap Erick dalam video conference, Kamis (9/7).

Erick bilang kesadaran masyarakat amat dibutuhkan dalam menangani penularan virus corona di dalam negeri. Masyarakat harus kooperatif dengan protokol kesehatan yang sudah diatur oleh pemerintah.


"Saya mohon kepedulian dari masyarakat, pola pikir masyarakat jadi kunci supaya ada perubahan. Kalau tidak bisa timbul gelombang kedua (virus corona) di Indonesia," jelas Erick.

Sejauh ini, ia sendiri pesimistis vaksin virus corona akan ditemukan dalam waktu dekat. Oleh karena itu, masyarakat harus mau menjaga dirinya sendiri dan keluarganya dengan mematuhi protokol kesehatan ketika sedang di ruang publik.

"(Protokol kesehatan) situasi normal yang suka tidak suka harus dihadapi selama vaksin belum ditemukan. Saya melihat vaksin belum juga ditemukan dalam waktu dekat," ucap Erick.

Namun, ia berharap prediksinya salah. Jika vaksin virus corona bisa ditemukan akhir tahun ini, maka Indonesia dapat memproduksinya dalam jumlah banyak tahun depan.

[Gambas:Video CNN]

"Kalau ternyata vaksinnya bisa ditemukan pada akhir tahun ini, bisa produksi. Maka tentu tahun depan bisa ada solusinya (untuk kasus penularan virus corona di dalam negeri)," kata Erick.

Pemerintah saat ini sedang melakukan uji coba penemuan vaksin virus corona dan bekerja sama dengan negara lain, salah satunya Korea Selatan. Ini akan dilakukan pada Agustus 2020 mendatang.

Sementara, untuk penelitian vaksin yang dikerjakan Bio Farma dan perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac Biotech Ltd, telah melewati uji klinis fase pertama.

(aud/sfr)