Menteri ESDM Tegaskan Komitmen Bauran 23 Persen EBT Pada 2025

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 12:05 WIB
Petugas melakukan perawatan panel surya di atap Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (31/7/2019). Berdasarkan rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) dengan potensi tiga gigawatt untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan pengembangan lebih dari 1.000 megawatt yang terdiri dari inisiasi swasta dan PLN sendiri. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp. Indonesia menegaskan komitmen untuk meningkatkan porsi energi bersih dalam pertemuan virtual International Energy Agency (IEA) Clean Energy Transitions Summit. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatkan porsi energi bersih dalam bauran energi dengan mendorong investasi energi baru terbarukan (EBT).

Komitmen ini disampaikan saat menjadi pembicara dalam pertemuan virtual International Energy Agency (IEA) Clean Energy Transitions Summit, ajang pertemuan global terbesar di bidang energi & iklim yang mengumpulkan lebih dari 40 Menteri dari negara-negara yang mewakili 80 persen penggunaan dan emisi energi global.

"Untuk memenuhi permintaan energi, Indonesia telah menetapkan target 23 persen energi terbarukan dalam bauran energi pada tahun 2025," tegas Arifin lewat keterangan resminya, dikutip Jumat (10/7).


Kebijakan ini, lanjut dia, juga akan dikombinasikan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada tahun 2030. Kondisi itu merupakan cerminan yang jelas menuju sistem energi yang lebih bersih.

Sementara untuk mencapai target dan mendorong investasi energi terbarukan, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan Peraturan Presiden tentang feed in tariff.

Di saat yang bersamaan, Indonesia juga menggunakan potensi energi terbarukan untuk menyediakan pasokan energi bagi masyarakat di daerah terpencil dan terluar. Pemerintah, kata Arifin, menargetkan untuk mengganti semua pembangkit listrik tenaga diesel dalam tiga tahun ke depan.

Karena itu, langkah terobosan untuk mengurangi emisi dari pembangkit listrik tenaga batubara tengah dirancang. Salah satunya dengan mekanisme co-firing biomassa pada pembangkit listrik batubara untuk mengurangi emisi dan meningkatkan peran energi terbarukan.

"Kami juga berencana untuk menghentikan pembangkit listrik tenaga batubara tua dan menerapkan teknologi energi batubara ramah lingkungan," ungkap Arifin..

Menurutnya, biomassa sangat penting dalam proses transisi energi bersih Indonesia, mengingat biomassa adalah sumber energi terbarukan, dapat diolah dalam bentuk limbah dan sekaligus mengurangi emisi.

Saat ini, Indonesia tengah mempersiapkan fasilitas pemanfaatan limbah ke energi di 14 kota, mengintegrasikan pengelolaan limbah dan pembangkit listrik. Di samping itu, Indonesia juga meningkatkan pemanfaatan biomassa sebagai alternatif bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan industri.

"Dalam transportasi, kami saat ini sedang mengembangkan biofuel untuk secara bertahap mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dengan memperkenalkan biodiesel dan membangun kilang hijau (green refinery) untuk memaksimalkan potensi minyak sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME)," jelas Arifin.

[Gambas:Video CNN]

Selain pemanfaatan biomassa, pemerintah juga menetapkan target besar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama dari sektor hutan dan penggunaan lahan.

"Kami bekerja sama dengan mitra kami dalam program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) untuk mencapai target ini, salah satunya adalah melalui kemitraan dengan Kerajaan Norwegia dalam model kinerja harga karbon terverifikasi, yang telah terbukti mengurangi setara dengan 11,2 Juta ton CO2," pungkas Arifin.

(hrf/sfr)