Mulai 15 Juli, Starbucks Larang Pelanggan Masuk Tanpa Masker

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 11:30 WIB
A woman, wearing a protective facemask, walks past a Starbucks coffee shop (back) in Beijing on January 30, 2020. - The World Health Organization, which initially downplayed the severity of a disease that has now killed 170 nationwide, warned all governments to be Starbucks mewajibkan pelanggan di 9.000 gerai di AS mengenakan maskter saat berkunjung atau manajemen terpaksa menolak pelanggan masuk. (AFP/Nicolas Asfouri).
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Starbucks mulai mewajibkan seluruh pelanggannya untuk memakai masker mulut atau penutup wajah (faceshield) saat berkunjung di seluruh gerai Starbucks di Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNN.com, Jumat (10/7), kewajiban mengenakan masker atau faceshield itu berlaku mulai 15 Juli. Mandat ini sebagai upaya berkelanjutan manajemen dalam memprioritaskan kesehatan karyawan selama pandemi virus corona (covid-19).

Kewajiban ini berlaku di lebih dari 9.000 gerai Starbucks di AS, meskipun wilayah setempat tidak menerapkan kebijakan serupa saat masyarakat beraktivitas.


Pelanggan yang tidak mengenakan masker atau faceshield akan ditolak masuk ke gerai. Mereka hanya boleh memesan dari layanan drive-thru, pick up pinggir jalan atau layanan pengiriman.

"Kami telah membuat karyawan mengenakan masker dan faceshield sejak April. Kami berkomitmen untuk memainkan peran konstruktif mengurangi penyebaran covid-19," tulis manajemen dalam keterangan resmi.

Diketahui, 20 negara bagian di AS mewajibkan masyarakat menggunakan masker dan faceshield selama berada di tempat umum. Namun, beberapa negara bagian lainnya tidak menerapkan hal serupa, seperti Florida dan Arizona.

AS menjadi pusat pandemi baru dengan jumlah kasus terinfeksi covid-19 sebanyak 3,17 juta orang. Di antaranya, 135 ribu orang meninggal dunia.

Pandemi covid-19 di AS juga turut memukul bisnis Starbucks. Secara global, jaringan kedai kopi modern ini mencatat penurunan pendapatan hingga 10 persen pada kuartal pertama tahun ini.

[Gambas:Video CNN]



(bir/sfr)