KSP Indosurya Utamakan Pencairan Dana Nasabah Tua dan Sakit

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 11:38 WIB
ilustrasi rupiah dan dolar. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya memberikan prioritas pencairan dana pada nasabah lanjut usia dan sakit-sakitan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta memprioritaskan pengembalian dan pencairan dana khusus bagi nasabah yang tengah dalam penyakit kritis, lansia, dan kesulitan keuangan mendesak.

Pendiri KSP Indosurya Henry Surya mengungkapkan pengajuan pencairan nasabah prioritas dapat dilakukan melalui posko yang dibuka pengurus. Posko tersebut sebelumnya disiapkan pengurus untuk berdiskusi dengan nasabah selaku kreditur.

"Karena anggota koperasi banyak di berbagai daerah, juga untuk memudahkan mereka dalam kondisi pandemi COVID-19 ini tak perlu bepergian, berdesakan, kami siapkan website pengaduan, agar bisa mengurus dari rumah atau tempat mereka berada. Buat mereka yang bisa datang, posko di Grha Surya juga terbuka," ujar Henry dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Senin (13/7).


Dalam pencairan dana nasabah, pengurus Koperasi Indosurya akan memendekkan tenor pengembalian dana debitur dengan angsuran berdasarkan jumlah dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM).

Lalu, untuk AUM sampai dengan Rp100 juta akan diberikan uang muka sebesar 10 persen yang akan dibayarkan pada September 2020.

Henry juga mengapresiasi hasil pemungutan suara (voting) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pekan lalu dalam lanjutan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Koperasi Indosurya.

Voting tersebut menegaskan mayoritas anggota menginginkan berlanjutnya KSP Indosurya. Di persidangan voting menyimpulkan sebanyak 73,41 persen nasabah selaku kreditur menyatakan sepakat rencana perdamaian Koperasi Indosurya. Sementara, 26,59 persen sisanya menolak damai.

[Gambas:Video CNN]

"Akan kami percepat (Pencairan). Prioritas kami adalah memastikan nasabah atau anggota bisa dikembalikan uangnya," kata Henry.

Dalam keterangan yang sama, Kuasa Hukum Koperasi Indosurya Juniver Girsang menegaskan pendirian posko untuk pengembalian dana kreditur yang mendesak merupakan bagian dari komitmen pengurus menyelesaikan perdamaian.

"Kami melihat antusiasme debitur dengan hadirnya Henry Surya. Komitmen ini dibuktikan dengan kehadirannya langsung dalam rapat perdamaian. Komitmen ini juga dikuatkan dengan akan mendahulukan pencairan bagi kreditur lansia, dan yang sakit," ujar Juniver.

(sfr/agt)