Harga Emas Hari Ini 14 Juli Macet di Rp938 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 10:04 WIB
Emas Antam, Emas Aneka Tambang Harga emas Antam macet di level Rp938 ribu pada Selasa (14/7). Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam berada di level Rp938 ribu per gram pada Selasa (14/7) atau stagnan dari Senin (13/7). Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) tak bergerak dari Rp836 ribu per gram sejak kemarin.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp499 ribu, 2 gram Rp1,81 juta, 3 gram Rp2,69 juta, 5 gram Rp4,47 juta, 10 gram Rp8,87 juta, 25 gram Rp22,06 juta, dan 50 gram Rp44,04 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp88,01 juta, 250 gram Rp219,76 juta, 500 gram Rp440,32 juta, dan 1 kilogram Rp878,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.799,2 per troy ons atau melemah 0,82 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot melemah 0,26 persen ke US$1.798 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional kemungkinan masih akan menguat di kisaran US$1.790 sampai US$1.820 per troy ons pada hari ini. Pasalnya, sentimen pertambahan kasus baru virus corona atau covid-19 masih menyelimuti dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 230 ribu kasus baru virus corona di dunia pada Minggu (12/7). Sementara pada Senin kemarin, setidaknya ada 215 ribu kasus baru.

"Salah satunya terbanyak di negara-negara bagian AS. Hal ini membuat California, salah negara bagian, akan menutup lagi aktivitas bisnis atau lockdown dan memberi dampak ke pasar," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, pergerakan pasar keuangan juga terpengaruh oleh kelanjutan hubungan AS dan China atas Undang-Undang Keamanan di Hong Kong. "AS juga mengungkit soal klaim terhadap sumber daya yang ada di Laut China Selatan yang menambah ketegangan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(agt/agt)