Harga Emas Hari Ini 9 Juli, Sentuh Rp940 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 09:25 WIB
Seorang petugas memperlihatkan emas batangan produksi PT Antam di Jakarta, Senin (19/1). Harga jual emas Antam  tercatat Rp 553.000 per gram atau meningkat Rp 28.000 per gram dibandingkan perdagangan pada awal tahun sebesar Rp 525.000 per gram. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ss/ama/15 Harga emas menguat ke level Rp940 ribu per gram pada Kamis (9/7) pagi. Ilustrasi. (Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp940 ribu per gram pada Kamis (9/7). Posisi itu naik Rp4.000 dari Rp936 ribu per gram pada Rabu (8/7).

Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) naik Rp6.000 per gram dari Rp832 ribu menjadi Rp838 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp500 ribu, 2 gram Rp1,82 juta, 3 gram Rp2,7 juta, 5 gram Rp4,48 juta, 10 gram Rp8,89 juta, 25 gram Rp22,11 juta, dan 50 gram Rp44,14 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp88,21 juta, 250 gram Rp220,26 juta, 500 gram Rp440,32 juta, dan 1 kilogram Rp880,6 juta.


Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.819 per troy ons atau melemah 0,08 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot meningkat 0,04 persen ke US$1.809,6per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas di pasar internasional akan menguat lagi dengan bergerak di rentang US$1.788 sampai US$1.820 per troy ons pada hari ini. Hal ini mengacu pada penguatan harga komoditas sepanjang pekan ini.

"Kemarin (harga emas) kembali membentuk level tertinggi baru di kisarna US$1.818 per troy ons, level tertinggi sejak Oktober 2011," ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Ariston, harga emas diuntungkan dengan berbagai sentimen negatif yang melanda pasar keuangan global. Mulai dari peningkatan jumlah kasus baru virus corona hingga kekhawatiran perekonomian yang memburuk akibat pertambahan kasus baru ini.

Apalagi, kedua sentimen ini terus mendapat respons pemberian stimulus dari pemerintah dan bank sentral di sejumlah negara. Artinya, kekhawatiran pelemahan ekonomi dari pelaku pasar keuangan terafirmasi oleh para pejabat tinggi di dunia.

"Stimulus besar bank sentral masih menjadi pendorong penguatan harga emas," pungkasnya.

Sebagai gambaran, data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) mencatat ada 11,66 juta kasus virus corona di dunia pada Rabu (8/7). Jumlah kasus kematian mencapai 539 ribu orang.

(uli/sfr)