Ridwan Kamil Andalkan Bansos Demi Rem Kemiskinan Baru Jabar

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 19:08 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku membahas rencana pembangunan wilayahnya dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/8). Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengandalkan bansos dan program padat karya untuk mengerem angka kemiskinan baru. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengandalkan dua instrumen untuk menekan kenaikan angka kemiskinan yaitu bantuan sosial (bansos) dan program padat karya.

"Kedua instrumen ini (bansos dan program padat karya) untuk meningkatkan daya beli mereka (warga miskin)," ujar pria yang akrab disapa Emil ini di Bandung, Kamis (16/7).

Menurut Emil, bantuan berupa makanan dan uang dapat sedikit membantu warga miskin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Sementara, program padat karya dengan melibatkan masyarakat di pedesaan dapat membantu dari sisi pendapatan.

"Mereka yang sebelumnya tidak masuk kategori miskin tetapi kemudian menjadi miskin yang kami ajak untuk dipekerjakan. Jadi diserap untuk sektor padat karya," kata mantan Wali Kota Bandung itu.

Di saat yang sama, sambung Emil, pemerintah pusat dan daerah akan berupaya untuk memaksimalkan alokasi belanja.

"Minimal selama covid-19, dengan belanja pemerintah sampai Desember, bisa hidup jadi karyawan atau buruh pekerjaan fisik," ujarnya.

Emil sendiri tak kaget melihat angka kemiskinan baru Jabar meningkat. Pasalnya, pandemi itu membuat warga rentan miskin jatuh ke lubang kemiskinan di tengah pembatasan aktivitas ekonomi.

"Kan dulu (porsi kelompok) miskin 25 persen, sedangkan rawan miskin itu di 40 persen. Gara-gara covid-19, (kelompok rentan miskin) jatuh ke kelompok (miskin) itu," paparnya.

Sebagai informasi, BPS mencatat kenaikan tingkat kemiskinan paling tinggi terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Maret 2020.

Kepala BPS Suhariyanto merinci tingkat kemiskinan DKI Jakarta naik 1,11 persen dari 3,42 persen menjadi 4,53 persen. Lalu, diikuti Jawa Barat yang naik 1,06 persen dari 6,82 persen menjadi 7,88 persen.

Kemudian, BPS Provinsi Jabar merilis sedikitnya 540 ribu warga Jabar jatuh miskin karena pandemi covid-19 sehingga total warga miskin pada periode yang sama menjadi 3,92 juta orang.

[Gambas:Video CNN]



(hyg/sfr)