Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK Akibat Corona Capai 3,05 Juta

CNN Indonesia | Senin, 20/07/2020 12:06 WIB
Pekerja berjalan di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta mengumumkan sebanyak 30.137 pekerja terkena PHK dan 132.279 pekerja terpaksa dirumahkan untuk sementara waktu akibat lesunya ekonomi nasional karena pandemi virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc. Kemenaker mengungkap 3,06 juta pekerja terkena PHK dan dirumahkan karena corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat virus corona tembus 3,06 juta orang. Angka itu merupakan data per 27 Mei 2020.

Secara rinci, tenaga kerja yang terkena masalah PHK dan dirumahkan tersebut terbagi dalam beberapa kategori. Pertama, pekerja formal yang dirumahkan sebanyak 1.085.284 orang.

Kedua, pekerja formal yang terkena PHK akibat corona sebanyak 380.221 orang. Ketiga, pekerja informal terdampak corona 318.959.


Keempat, pekerja formal dan informal terdampak sebanyak 1.757.464 orang. Kelima, calon pekerja migran Indonesia sebanyak 34.179 orang.

Keenam, pemulangan pemagangan sebanyak 465 orang. Ketujuh, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) sebanyak 34.644 orang.

Kedelapan, data belum lengkap sebanyak 1.274.459. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan permasalahan tersebut berpotensi membuat angka pengangguran meningkat.

"Akibat pandemi, angka pengangguran diperkirakan bertambah 3 persen-5 persen. Masalah ini tentu menjadi tantangan besar pemerintah," ujar Ida dalam keterangan resmi, dikutip Senin (20/7).

[Gambas:Video CNN]

Ida bilang jalan keluar dari masalah ini adalah peningkatan kewirausahaan. Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan akan mendorong kewirausahaan demi memperluas kesempatan kerja di dalam negeri.

"Ke depan, mulai 2021, kami akan melaksanakan program kewirausahaan yang terintegrasi dan berkelanjutan sehingga bisa secara efektif membentuk wirausaha-wirausaha baru dan meningkatkan wirausaha rintisan sehingga lebih produktif," jelas Ida.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa memperkirakan jumlah pengangguran bisa mencapai 10,7 juta sampai 12,7 juta orang pada 2021.

Proyeksi jumlah pengangguran itu membuat tingkat pengangguran terbuka (TPT) akan mencapai kisaran 7,7 persen sampai 9,1 persen pada tahun depan.

Ia bilang asumsi ini berasal dari perkiraan pertambahan jumlah pengangguran sekitar 4 juta sampai 5,5 juta orang pada tahun ini. Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran sekitar 6,88 juta pada Februari 2020.

Jumlah itu setara dengan TPT sebesar 4,99 persen. Artinya, jumlah pengangguran pada tahun ini kemungkinan akan mencapai 10,88 juta sampai 12,38 juta di tengah pandemi virus corona.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK