Tertekan Corona, Vox Media PHK 6 Persen Karyawan

CNN Indonesia | Jumat, 17/07/2020 12:12 WIB
Pencari kerja beristirahat seusai mengantre untuk dapat masuk kedalam lokasi bursa kerja di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/8). Pertumbuhan ekonomi indonesia yang terus melambat pada tahun 2015 dikhawatirkan akan memunculkan semakin banyak pengangguran. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Vox Media mem-PHK 6 persen karyawan mereka karena corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan media digital asal AS, Vox Media melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 72 orang staf atau 6 persen dari total karyawan mereka yang berjumlah 1.200 orang.

Melansir CNN Business, keputusan itu diambil akibat anjloknya pendapatan perusahaan selama pandemi virus corona. Mayoritas karyawan korban PHK tersebut telah dirumahkan sejak April lalu.

Selain itu, Vox juga merumahkan setidaknya 100 orang selama 3 bulan supaya beban operasi sehingga perusahaan bisa diselamatkan.


"Harapan kami pada Mei bisnis perusahaan akan bangkit kembali sampai bulan-bulan selanjutnya. Namun kian jelas bahwa paruh kedua tahun ini tidak akan mencapai prediksi kami," kata CEO Vox Media Jim Bankoff dalam memo yang ditujukan kepada staf seperti dikutip, Jumat (17/7).

Vox Media menyebut sebelum mengambil keputusan sulit itu, mereka sudah berusaha untuk menghindari PHK dan bernegosiasi dengan serikat pekerja. Dalam diskusi tersebut disepakati jumlah PHK lebih sedikit dari yang direncanakan.

Dilaporkan pada 2019, Vox Media berhasil mencetak laba dan ditargetkan kembali mencetak laba pada tahun ini. Namun, perusahaan meramal pendapatan sepanjang tahun akan di bawah 25 persen dari target laba.

"Kami tidak berhasil mencetak pendapatan beberapa juta dolar pada kuartal pertama seperti yang ditargetkan. Pembatalan SXSW dan turnamen March Madness serta runtuhnya iklan melancong, olahraga, dan fashion membuat target sulit dicapai," ungkap Bankoff.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, dua media Inggris BBC dan The Guardian mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagian karyawan mereka karena kondisi keuangan yang tertekan pandemi covid-19.

The Guardian akan memangkas 180 orang, termasuk 70 orang dalam Departemen Editorial. The Guardian mengalami penurunan pendapatan sebesar 25 juta pound atau setara dengan US$31,6 juta.

Menurut mereka, pandemi memang meningkatkan audiensi dan pembaca. Namun, pengaruh terhadap periklanan dan penjualan surat kabar telah membuat keuangan perusahaan memburuk.

CEO BBC Annete Thomas pun mengumumkan akan memangkas lagi 70 orang karena tekanan corona Thomas mengungkap pandemi telah menyebabkan keterlambatan dalam mengumpulkan biaya lisensi televisi yang mendanai penyiar.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK