Pebisnis Desak Anies Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi DKI

CNN Indonesia | Rabu, 22/07/2020 17:29 WIB
Pengusaha meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk tim percepatan pemulihan ekonomi ibu kota supaya tak makin tertekan corona. Pengusaha minta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk tim percepatan pemulihan ekonomi Jakarta supaya bisa sembuh dari tekanan corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kalangan pelaku usaha mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk komite percepatan pemulihan ekonomi DKI Jakarta.

Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sarman Simanjorang mengatakan usulan serupa disampaikannya kepada pemerintah pusat pada Mei lalu.

Kemudian, usulan tersebut ditindaklanjuti Presiden Jokowi dengan membentuk tim penanganan pandemi virus corona dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada Senin (20/7) lalu. Tim ini dipimpin oleh Menteri BUMN Erick Thohir.


"Pak Gubernur ini perlu kami ikuti dibentuk komite percepatan pemulihan ekonomi daerah DKI Jakarta," ujarnya langsung kepada Anies Baswedan dalam diskusi virtual, Rabu (22/7).

Ia menuturkan tim percepatan pemulihan ekonomi diperlukan untuk mengakomodasi kebijakan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada dunia usaha dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Pasalnya, setiap sektor membutuhkan bentuk kebijakan dan stimulus yang berbeda-beda.

"Kami ingin komite ini menghimpun sehingga berbagai kebijakan dan regulasi ini memberikan dukungan ke dunia usaha bisa nyambung," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengungkapkan kebijakan dan stimulus kepada dunia usaha tersebut sangat dibutuhkan sehingga dunia usaha mampu bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19. Sebab, meskipun Pemprov DKI Jakarta telah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun masyarakat masih memiliki untuk menahan konsumsinya.

"Kenapa kelas menengah masih tahan konsumsi? Karena mereka belum melihat ada kepastian sampai kapan badai ini terjadi," katanya.

Namun, ia meyakini ketika kurva pandemi berhasil melandai maka konsumsi kelas menengah tersebut akan kembali. Imbasnya, ekonomi ibu kota akan ikut terdongkrak menguat.

"Kalau ekonomi pulih kembali, kelas menengah ini akan tampil mewarnai ekonomi di Jakarta," ujarnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Anies hanya mengamini jika kebijakan dari pemerintah baik pusat maupun daerah sebaiknya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Seringkali kami melihat penyusunan policy (kebijakan) melihat dari nasional baru sampai mikro, mbok sekarang dibalik dari mikro dulu baru dilihat nasionalnya," katanya.

Untuk diketahui, pandemi Covid-19 memukul pertumbuhan ekonomi ibu kota yang merupakan pusat bisnis Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta kuartal I 2020 hanya 5,06 persen atau melambat dari sebelumnya yang berada di level 5,96 persen.

Realisasi itu menjadi yang terendah dalam 10 tahun terakhir. Sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan di DKI Jakarta juga bertambah.

Rinciannya, tingkat kemiskinan DKI Jakarta naik 1,11 persen dari 3,42 persen menjadi 4,53 persen.

(ulf/agt)