Kemenkeu Ungkap Milenial Antusias Beli Surat Utang Negara

CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 17:31 WIB
Kementerian Keuangan mengatakan bahwa kalangan milenial antusias membeli surat utang atau obligasi negara. Kementerian Keuangan mengatakan bahwa kalangan millennial antusias membeli surat utang atau obligasi negara.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan bahwa kalangan milenial atau mereka yang terlahir pada periode 1981-1996 antusias membeli surat utang atau obligasi negara. Ini tercermin dari penjualan obligasi ritel seri ORI017 yang mayoritas atau sebanyak 40-an persen diborong millennial.

"SBN pembeli terbesar selalu datang dari generasi millennial, jadi jumlah yang terbesar dari milenial. Ini satu fenomena menarik, fenomena positif yang sangat menggembirakan," kata Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman, Jumat (24/7).

Tak hanya milenial, kenaikan signifikan juga terjadi pada golongan gen Z yang berusia di bawah 20 tahun. Pada ORI016 lalu, gen Z tercatat hanya mengambil porsi 0,22 persen.


Namun, pada tahun ini gen Z mengambil porsi 1 persen dari total penjualan. Dengan naiknya jumlah investor muda, transaksi pembelian kecil pun tercatat melonjak sebesar 123 persen atau sebanyak 2.002 transaksi yang berjumlah Rp1 juta.

Luky mengapresiasi perkembangan yang ada. Ia menduga pembelian obligasi yang dapat dilakukan lewat gadget ikut mendorong penjualan ORI017 di kalangan anak muda.

"Sekarang beli melalui gadget, sangat mudah. Kami lihat angka penjualan Rp18,3 T merupakan angka terbesar setelah memasarkan penjualan SBN melalui online," imbuhnya.

Namun, secara nominal, pembelian terbesar masih dipegang oleh generasi baby boomers. Sementara, total investor mencapai 42.733 orang dengan komposisi investor baru sebesar 23.949 atau 56 persen.

Dalam kesempatan sama, ia juga menyebut bahwa pemerintah memilih menerbitkan obligasi dalam negeri dibandingkan dengan SBN global. Penerbitan global bond terakhir yaitu samurai bond yang dijualkan kepada pasar Jepang pada awal Juli lalu.

Mereka masih menjadikan pasar dalam negeri sebagai prioritas, namun dia tak menutup kemungkinan akan kembali menerbitkan global bond jika dibutuhkan.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)