Stafsus Erick Thohir Daftar Relawan Uji Klinis Vaksin Corona

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 11:44 WIB
Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti proses pendaftaran sebagai relawan uji klinis vaksin corona yang dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero). Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti proses pendaftaran sebagai relawan uji klinis vaksin corona yang dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero). (CNN Indonesia/ Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga bakal mendaftar menjadi relawan uji klinis tahap III vaksin corona.

Sebelumnya, uji klinis tahap III vaksin buatan Sinovac Biotech dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran dan Kementerian Kesehatan.

"Saya Arya Sinulingga akan mendaftar sebagai relawan ke Bio Farma. Saya kemarin sudah mengirimkan KTP saya dan dalam waktu dekat saya melakukan pendaftaran," ujar Arya dalam keterangannya kepada media, Selasa (27/7).


Arya mengungkapkan uji klinis tahap II sudah dilakukan terlebih dahulu di China dan sudah diujicobakan juga ke manusia.

Di Indonesia, uji klinis tahap III melibatkan relawan yang harus memenuhi sejumlah syarat.

Beberapa persyaratannya antara lain orang dewasa sehat, berusia 18 hingga 59 tahun, tidak sedang mengikuti uji klinis lain, dan tidak pernah memiliki riwayat terinfeksi virus corona.

"Kemudian, saya juga tidak ada penyakit lain, sehingga saya melihat bahwa ini adalah langkah untuk menjadi relawan," ujarnya.

Selanjutnya Arya merinci sejumlah tahapan untuk menjadi relawan. Setelah melewati tahap administrasi calon relawan akan menjalani tes kesehatan.

Kemudian, relawan akan diambil sampel darahnya. Setelah 14 hari, relawan akan diberikan vaksin. Selang 14 hari, relawan akan diberikan vaksin kembali.

"Jadi ada 4 kunjungan penelitian yang akan dilakukan terhadap saya. Ini dilakukan supaya apa yang menjadi sebuah tantangan kita, bagaimana vaksin ini bisa dijadikan vaksin untuk menghadapi corona," jelasnya.

Sebagai informasi, Bio Farma menargetkan uji klinis dimulai pada Agustus mendatang dan diperkirakan memakan waktu enam bulan.

Jika uji klinis berjalan lancar, induk perusahaan BUMN sektor farmasi ini menargetkan dapat memproduksi vaksin pada kuartal I 2021.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)