Harga Minyak Turun Gara-gara Pembahasan Stimulus AS Alot

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 07:25 WIB
Harga minyak merosot pada perdagangan Selasa (28/7), waktu Amerika Serikat (AS) Harga minyak melemah pada perdagangan Selasa (28/7), waktu Amerika Serikat (AS). Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak global turun pada perdagangan Selasa (28/7), waktu Amerika Serikat (AS). Pelemahan terjadi karena sentimen perdebatan anggota parlemen AS terkait paket stimulus ekonomi senilai US$1 triliun.

Mengutip Antara, Rabu (29/7), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September turun 19 sen atau 0,4 persen menjadi US$43,22 per barel. Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 56 sen atau 1,4 persen menjadi US$41,04 per barel.

Untuk diketahui, Partai Republik AS meluncurkan proposal bantuan baru virus corona yang disepakati dengan Gedung Putih pada Senin (27/7). Namun, paket stimulus itu ditentang oleh Partai Demokrat maupun dari beberapa orang anggota Partai Republik sendiri.


"Ada kekhawatiran dengan stimulus dari Washington, yang sangat penting untuk minyak dan untuk mendukung permintaan, terutama untuk bensin," kata mitra di Again Capital LLC John Kilduff.

Di sisi lain, investor sedang menunggu hasil pertemuan panel pengaturan kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve pada Selasa (28/7) dan Rabu (29/7). Panel ini diperkirakan akan menegaskan kembali bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol untuk tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, kepercayaan konsumen AS melemah pada Juli di tengah maraknya infeksi Covid-19 di seluruh negara. Kasus di seluruh dunia telah meningkat menjadi sekitar 16,57 juta orang.

Data American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 6,8 juta barel pada 24 Juli menjadi 531 juta barel. Jumlah ini jauh dibandingkan dengan ekspektasi analis meningkat 357 ribu barel.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)