Chevron Akan Membeli Noble Energy Seharga Rp70 T

CNN Indonesia | Selasa, 21/07/2020 16:55 WIB
Chevron akan membeli Noble Energy senilai US$5 miliar setara Rp70 triliun. Kesepakatan ini menjadi transaksi terbesar industri energi di era corona. Chevron akan membeli Noble Energy senilai US$5 miliar setara Rp70 triliun. Kesepakatan ini menjadi transaksi terbesar industri energi di era corona. Ilustraso. (Dok. Chevron).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan minyak Chevron menyatakan akan membeli Noble Energy senilai US$5 miliar atau setara Rp70 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS). Kesepakatan tersebut menjadi yang terbesar di industri energi selama pandemi covid-19.


Sebagai bagian dari transaksi tersebut, pemegang saham Noble akan mengantongi saham Chevron. Saham Chevron ditutup merah pada perdagangan Senin (20/7), turun 2,7 persen.

Diketahui, industri minyak dan gas serpih AS terpukul berat selama pandemi ini. Permintaan jatuh diakibatkan orang-orang berhenti melancong dan mengurangi bepergian. Keadaan diperparah oleh meningkatnya pasokan minyak dunia.


Berbagai produsen energi pun dipaksa berutang untuk mendanai operasi mereka sebelum pandemi corona melanda.

Bulan lalu, studi Deloitte menunjukkan sekitar 30 persen dari pemain gas serpih akan secara teknis bangkrut jika harga minyak menyentuh US$35 per barel.

Melansir CNN, pada perdagangan Senin kemarin, minyak berjangka AS berada di kisaran US$40 per barel setelah pulih dari harga minus pada April lalu.

Namun, untuk perusahaan yang ingin membeli aset murah, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan pembelian. Itulah yang dilakukan oleh Chevron.



Dengan akuisisi tersebut, Chevron juga mengambil alih utang Noble sebesar US$8 miliar yang menjadikan nilai beli total sebesar US$13 miliar.

Sekalipun perusahaan yang dibeli memiliki utang yang tinggi, namun Chevron dinilai membeli di harga relatif murah jika menghitung aset perusahaan termasuk cadangan tambang minyak Noble.



Analis senior M&A Everus Andrew Dittmar menyebut pembelian akan menguntungkan Chevron, karena kedua perusahaan saling melengkapi satu sama lain. Menurutnya, perjanjian ini dapat menjadi cetak-biru untuk konsolidasi industri energi setelah pandemi berakhir.


"Mengingat kecocokan alamiah dari aset keduanya, Noble telah berada di radar Chevron sejak Chevron memilih untuk berpaling dari setiap penawaran setelah dikalahkan Occidental atas Anadarko," kata Dittmar.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)