Bunga Bank Diprediksi Turun Usai Simpanan Jumbo Pemerintah

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 16:02 WIB
OJK memprediksi suku bunga akan turun karena simpanan jumbo pemerintah yang mengendap turut memperkuat likuiditas bank. Ketua OJK Wimboh Santoso memprediksi suku bunga akan turun karena simpanan jumbo pemerintah yang mengendap turut memperkuat likuiditas bank. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi suku bunga akan turun usai simpanan jumbo pemerintah mengendap di bank nasional.

Apalagi, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan penempatan dana tersebut akan memperkuat likuiditas perbankan.

"Tren suku bunga akan turun, karena Menteri Keuangan (Sri Mulyani) menempatkan sejumlah dana tertentu Rp30 triliun di himbara (bank bumn) dan Rp11,5 triliun di BPD dengan suku bunga yang murah," katanya, Rabu (29/7).


Mengutip data OJK, rata-rata suku bunga kredit bank umum tercatat sebesar 11,29 persen pada April. Angka itu turun tipis dari Maret, yakni 11,37 persen.

Sementara itu, rata-rata suku bunga tabungan sebesar 1,09 persen, giro 1,09 persen, dan deposito 6,66 persen.

"Bank memiliki kewajiban bagaimana ini direfleksikan dalam lending (kredit), karena likuiditas ample tidak ada kendala secara market likuiditas, sehingga ini kesempatan dorong suku bunga lebih rendah lagi," imbuhnya.

Untuk diketahui, pemerintah menempatkan dana di bank pelat merah senilai Rp30 triliun. Per 22 Juli, Kementerian BUMN mencatat himbara telah menyalurkan kredit senilai Rp43,5 triliun kepada 518.797 debitur dari penempatan dana pemerintah itu. Jadi, penyalurannya mencapai 145 persen.

Dengan raihan itu, Wimboh meyakini target ekspansi (leverage) penyaluran kredit hingga tiga kali lipat atau Rp90 triliun bisa tercapai lebih cepat dari target, yaitu 3 bulan.

"Kami laporkan Bu Menteri, kemarin yang Rp30 triliun sudah cukup bagus direspons bank himbara, saya kira kurang dari 3 bulan sudah bisa tercapai untuk leverage 3 kali," paparnya.

Selain bank himbara, pemerintah juga menempatkan dana di tujuh bank daerah senilai total Rp11,5 triliun. Rincian alokasinya, BPD Jawa Barat sebesar Rp2,5 triliun, BPD Jawa Tengah Rp2 triliun, BPD Jawa Timur Rp2 triliun, dan BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo Rp1 triliun.

Pemerintah juga akan menempatkan dana di BPD DKI Jakarta senilai Rp2 triliun. Lalu, pemerintah juga tengah mengkaji dan mengevaluasi dua BPD lainnya, yakni BPD Bali dan BPD Yogyakarta dengan alokasi dana masing-masing Rp1 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)