Corona, AIIB Beri Dukungan Jarak Jauh untuk Infrastruktur RI

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 12:34 WIB
AIIB akan terus memberi dukungan jarak jauh dan fokus pada penggunaan konsultan lokal untuk proyek infrastruktur di Indonesia. AIIB bakal terus memberi dukungan jarak jauh dan fokus pada penggunaan konsultan lokal untuk proyek infrastruktur di Indonesia.(CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) mengungkap akan terus memberi dukungan jarak jauh dan fokus pada penggunaan konsultan lokal bagi pengembangan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Kebijakan ini diberikan agar proyek infrastruktur di Tanah Air tetap terbangun meski di tengah pandemi virus corona.

"Saya akan mencoba membuat orang-orang kami bekerja untuk proyek-proyek Indonesia melalui pekerjaan jarak jauh. Kami mencoba mengembangkan proyek dengan mempekerjakan konsultan lokal," ungkap Presiden AIIB Jin Liqun saat konferensi pers virtual usai Pertemuan Tahunan ke-lima AIIB, Selasa (28/7) malam.


Jin mengatakan dukungan ini diberikan karena lembaga kerja sama multilateral yang berbasis di Beijing, China itu melihat Indonesia butuh pengembangan infrastruktur berkelanjutan untuk mendukung konektivitas dan perekonomian.

Hal ini tak lepas dari kondisi geografis Indonesia yang memiliki ribuan kepulauan.

"Indonesia adalah negara yang sangat membutuhkan konektivitas di antara semua pulau dan kami pikir sangat penting bagi kami untuk meningkatkan konektivitas," katanya.

Selain untuk mendukung konektivitas, Jin melihat Indonesia juga perlu secara khusus mengembangkan infrastruktur di perkotaan. Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang berbasis ramah lingkungan, misalnya mengembangkan sumber energi baru terbarukan (EBT).

Jin menyatakan dukungan untuk pembangunan infrastruktur di dalam negeri tak hanya pada proyek-proyek yang sudah berjalan, namun juga yang baru. Begitu juga dari sisi pembiayaan proyek.

Hal ini, sambungnya, tak lepas dari baiknya prospek investasi di proyek infrastruktur yang dibutuhkan Indonesia. Jin turut mendukung agar pemerintah bisa meneruskan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi corona, meski pengerjaan tak bisa secepat seperti sebelum pandemi corona.

"Saat ini kami bekerja sama dengan pemerintah untuk mengendalikan covid-19 dengan memberikan dukungan anggaran kepada Indonesia. Tetapi kami tidak kehilangan pandangan tentang perlunya Indonesia untuk kembali ke proyek bisnis utama sesegera mungkin," tuturnya.

Vice President and Chief Administration Officer AIIB Luky Eko Wuryanto menambahkan lembaganya menilai Indonesia perlu fokus membangun infrastruktur konektivitas, EBT, dan perkotaan karena ketiganya saling berkorelasi.

[Gambas:Video CNN]

Pada pengembangan transportasi, pemerintah bisa memanfaatkan EBT sebagai bahan bakar.

"Transportasi bisa seperti MRT, subway. Kalau energi lebih ke transmisi atau pembangunan kawasan. Di urban development, termasuk pinjaman ke KEK Mandalika," terangnya.



(uli/age)