Bos Jouska Tutup Akun Instagram

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 16:55 WIB
Aakar Abyasa Fidzuno, CEO Jouska, menutup akun resmi Instagramnya usai dikomplain sejumlah kliennya yang merugi hingga puluhan juta. Aakar Abyasa Fidzuno, CEO Jouska, menutup akun resmi Instagramnya usai dikomplain sejumlah kliennya yang merugi hingga puluhan juta. Ilustrasi. (Diolah dari iStockphoto/MicroStockHub).
Jakarta, CNN Indonesia --

Akun Instagram resmi CEO PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno menghilang. Akun pribadi pendiri perusahaan perencana keuangan itu menghilang setelah banyak menuai kontra karena banyaknya klien Jouska yang mengaku rugi hingga puluhan juta.

CNNIndonesia.com telah mencoba mencari akun @aakarabyasa di Instagram, tapi akun tersebut tak muncul di kolom pencarian. Padahal, Aakar sebelumnya menggunakan akun resmi Instagramnya untuk memberikan pernyataan terkait kasus Jouska.

Diketahui, beberapa klien Jouska mengeluhkan kerugian investasi mereka di Twitter. Salah satunya Alvin (29). Dia menjelaskan pengalamannya menggunakan jasa Jouska dalam sebuah thread (utas) pada Selasa (21/7) lalu.


"Sharing (berbagi) bagaimana bobroknya @Jouska_id nge-handle (menangani) kliennya," kata Alvin lewat akun Twitternya @yakobus_alvin, dikutip Rabu (29/7).

Dalam utas tersebut, ia memaparkan portofolio saham yang dikelola oleh Jouska dengan total aset sebesar Rp65 juta. Ia menegaskan seluruh portofolio sahamnya dikelola dan bukan sekadar diarahkan oleh Jouska.

Dari total modal Rp65 juta, hampir seluruhnya atau Rp63,41 juta di antaranya dibelanjakan ke satu emiten, yaitu PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK). Perusahaan baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Januari 2019 lalu.

Modal Alvin kemudian dibelanjakan saham LUCK dengan harga Rp1.965 per saham. Pada awalnya, saham tersebut sempat untung dan dia sempat menarik sebagian uangnya.

Namun, saham terus anjlok ke level Rp394 per saham. Dengan demikian, portofolio investasi Alvin pun rontok dengan total rugi 70 persen.

Atas kejadian itu, Alvin meminta untuk mengelola dana investasinya sendiri. Namun permintaannya ditolak oleh Jouska.

Tak lama setelah itu, Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing memanggil pihak Jouska untuk meminta penjelasan secara lengkap. Ada dua hal yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, yakni legalitas dan kegiatan bisnis Jouska.

Dalam pertemuan itu ditemukan fakta bahwa Jouska hanya mengantongi izin melalui Online Single Submission (OSS) untuk kegiatan jasa pendidikan lainnya. Padahal, Jouska merupakan perusahaan perencana keuangan.

"Dalam operasinya, Jouska melakukan kegiatan seperti penasihat investasi sebagaimana dimaksud dalam UU Pasar Modal, yaitu pihak yang memberi nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan atau pembelian efek dengan memperoleh imbalan jasa," kata Tongam.

Untuk itu, Satuan Tugas Waspada Investasi meminta Jouska menghentikan kegiatan sebagai penasihat investasi dan/atau agen perantara perdagangan efek.

Selain itu, Jouska juga diminta bertanggung jawab menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi dengan nasabah secara terbuka dan mengundang nasabah untuk diskusi menyelesaikan masalah tersebut.

"Masyarakat yang merasa dirugikan diminta agar menghubungi Jouska," pungkas Tongam.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)