PMI Manufaktur RI Naik ke Posisi 46,9 pada Juli 2020

antara, CNN Indonesia | Senin, 03/08/2020 17:37 WIB
Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia dari 39,1 pada Juni naik ke level 46,9 pada Juli 2020 di tengah pandemi virus corona. Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia dari 39,1 pada Juni naik ke level 46,9 pada Juli 2020 di tengah pandemi virus corona.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivitas industri manufaktur di Indonesia melaju naik di tengah tekanan dampak pandemi virus corona. Purchasing Manager's Index (PMImanufaktur Indonesia dari 39,1 pada Juni naik ke level 46,9 pada Juli 2020.

Lonjakan 7,8 poin pada hasil survei yang dirilis IHS Markit tersebut didasari oleh peningkatan kepercayaan bisnis terhadap kondisi pasar yang lebih normal.

"Peningkatan PMI menunjukkan bahwa industri dalam negeri terus mengalami pemulihan. Kami sudah melihat adanya pertumbuhan dan berangsur-angsur rebound selama masa pandemi ini," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari Antara, Senin (3/8).


Angka PMI pada Juli 2020 merupakan level tertinggi sejak Februari lalu yang membuktikan bahwa operasional sektor industri di dalam negeri perlahan mulai pulih. Agus optimistis PMI Manufaktur akan terkatrol kembali di titik ekspansif (level 50) seperti yang dicapai pada Februari di poin 51,9.

"Paling tidak, angka-angka yang ada sudah bisa menjadi indikator bahwa perekonomian kita mulai bangkit kembali," ujar Agus.

Agus mengungkap bukti lain bahwa ekonomi Indonesia mulai membaik adalah pertumbuhan investasi di sektor industri.

"Pemulihan juga bisa dilihat dari nilai investasi industri pada semester I 2020 yang mengalami kenaikan sebesar 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni dari Rp 104,6 triliun menjadi Rp 129,6 triliun," ungkap Agus.

Bahkan pada periode Januari-Juni 2020 industri pengolahan nonmigas masih konsisten menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional.

Total nilai pengapalan produk sektor manufaktur mampu menembus hingga US$60,76 miliar atau menyumbang 79,52 persen dari keseluruhan angka ekspor nasional yang mencapai US$76,41 miliar.

Agus menyampaikan catatan gemilang yang diraih oleh sektor industri tersebut merupakan perkembangan positif terhadap upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Di samping itu dapat memberikan kepercayaan terhadap para investor bahwa iklim usaha di Indonesia tetap kondusif.

[Gambas:Video CNN]



(age/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK