Cuma Maluku dan Papua yang Catat Pertumbuhan Ekonomi Positif

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 13:48 WIB
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua positif, yaitu 2,36 persen, di tengah tekanan pandemi covid-19. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua positif, yaitu 2,36 persen, di tengah tekanan pandemi covid-19. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir seluruh provinsi di Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi negatif. Kecuali, Maluku dan Papua yang sukses tumbuh positif di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19.

"Pertumbuhan ekonomi di seluruh pulau negatif, kecuali Maluku dan Papua," ujar Kepada BPS Suhariyanto, Rabu (5/8).

BPS mencatat laju ekonomi Maluku dan Papua tumbuh positif sebesar 2,36 persen. Kinerja positif tersebut ditopang pertumbuhan ekonomi Papua dan Papua Barat karena tahun lalu dua wilayah tersebut mengalami kontraksi.


Tercatat, pertumbuhan ekonomi Papua negatif 23,91 persen pada kuartal II tahun lalu menjadi positif 4,52 persen pada kuartal II tahun ini. Sedangkan, Papua Barat pada kuartal II 2019 lalu mengalami kontraksi 0,49 persen.

"Karena base-nya dua provinsi ini pada kuartal II tahun lalu tumbuh negatif," jelas Suhariyanto.

Sementara itu, Pulau Jawa mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 6,69 persen. Disusul oleh kelompok provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6,29 persen.

Sedangkan kelompok provinsi di Pulau Sumatera mengalami kontraksi 3,01 persen, Kalimantan minus 4,35 persen, dan Sulawesi minus 2,76 persen.

Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu sebesar 58,55 persen. Diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,49 persen, Pulau Kalimantan 8,04 persen, dan Pulau Sulawesi 6,55 persen.

Sisanya 5,37 persen disumbangkan pulau-pulau lainnya yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua masing-masing sebesar 3,00 persen dan 2,37 persen.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)