Mensos Usul Susu Masuk dalam Paket Bansos Sembako

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 20:59 WIB
Mensos Juliari Batubara mengusulkan menambah komponen penunjang kesehatan, seperti susu, dalam paket bansos sembako demi menekan angka stunting. Mensos Juliari Batubara mengusulkan menambah komponen penunjang kesehatan, seperti susu, dalam paket bansos sembako demi menekan angka stunting. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial Juliari Batubara mengusulkan menambah komponen penunjang kesehatan, seperti susu dalam paket bantuan sosial (bansos) sembako. Hal ini dimaksudkan demi memperbaiki gizi masyarakat miskin dan upaya mengurangi stunting (kerdil).

Menurut dia, penambahan susu dalam paket bansos sembako sesuai dengan rencana kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) hinga 2024, yaitu mempercepat penanggulangan stunting dengan target 14,7 persen.

"Kami juga mengusulkan, antara lain menambah susu di salah satu bahan makanan di program kartu sembako atau BPNT tersebut, yang kami yakini bisa memberikan tambahan gizi," ucapnya lewat video conference, Rabu (5/8).


Percepatan penanggulangan stunting disebut tetap jadi prioritas kerja pemerintah di tengah pandemi virus corona (covid-19). Tambahan susu akan diberikan untuk penerima bantuan program kartu sembako atau bantuan pangan non-tunai, khususnya untuk ibu hamil dan anak usia dini.

Lebih lanjut Juliari menuturkan bahwa program keluarga harapan (PKH) yang memang memiliki komponen kesehatan terkait stunting akan disinergikan dengan program di Kementerian Kesehatan, seperti pendampingan dan pendidikan keluarga penerima manfaat.

Ia juga meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk memberikan modul-modul pembelajaran tambahan untuk menambah ilmu para pendamping penerima manfaat.

"Presiden juga spesifik menyampaikan khususnya kepada Kemensos apa yang sudah dijalankan di PKH, di mana memang ada komponen kesehatan yang terkait dengan  stunting bisa terus disinergikan dengan Kementerian Kesehatan," terangnya.

Juliari juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi agar anggaran berbagai program kerja dapat dikonsolidasi dengan fokus ke K/L tertentu demi mengukur keberhasilan program stunting.

"Pun lebih mudah terukur hasilnya, juga dampaknya dirasakan secara nyata oleh masyarakat," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)