Okupansi Kereta Api dan Pesawat Masih 'Jongkok'

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 17:27 WIB
Okupansi atau tingkat keterisian kereta api jarak jauh kurang dari 10, sedangkan AP II hanya melayani 30 ribu-35 ribu penumpang per hari. Okupansi atau tingkat keterisian kereta api jarak jauh kurang dari 10, sedangkan AP II hanya melayani 30 ribu-35 ribu penumpang per hari. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Industri transportasi masih merana di era adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi virus corona (covid-19). Tengoklah, okupansi moda transportasi umum belum juga bergerak banyak, hanya berkisar 10-30 persen persen dari kapasitas normalnya pada awal Agustus 2020.

Direktur Niaga PT KAI (Persero) Maqin U Norhadi mengatakan okupansi untuk kereta api jarak jauh kurang dari 10 persen dari kapasitas normal atau sekitar 220 ribu penumpang per bulan.

Coba bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni sebanyak 3,5 juta penumpang per bulan.


"Sejauh ini belum normal. Kereta api jarak jauh okupansi tidak mencapai 10 persen dari normal," katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/8).

Meski mengaku tak memiliki target khusus hingga akhir tahun ini, namun Maqin menyebut pihaknya berusaha memaksimalkan layanan untuk memudahkan masyarakat dalam bepergian. 

Dalam hal ini, perusahaan turut menyediakan layanan rapid test di stasiun kereta api jarak jauh. "Kami juga lakukan layanan rapid test di stasiun agar memudahkan penumpang kereta api jarak jauh," ucapnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano menyebut pergerakan di bandara Soekarno Hatta masih relatif rendah hingga 5 Agustus 2020.

Yado mencatat, AP II hanya melayani sekitar 30 ribu penumpang hingga 35 ribu penumpang per hari.

"Di bandara Soekarno Hatta penumpang saat ini pergerakannya sekitar 30 ribu-35 ribu penumpang per hari. Ketika normal sekitar 180 ribu - 200 ribu per hari atau sekitar 15-17 persen," ungkap Yado.

Untuk pergerakan pesawat, AP II mencatat sekitar 350-400 pesawat mengudara setiap hari, ini setara dengan 25 persen hingga 30 persen dari kapasitas normal.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)