Bio Farma Gandeng MUI Kaji Kehalalan Vaksin Corona

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 05:20 WIB
Bio Farma berkomitmen untuk memperhatikan aspek kehalalan dengan mengutamakan penggunaan bahan yang tidak berasal dari hewan. Bio Farma berkomitmen untuk memperhatikan aspek kehalalan dengan mengutamakan penggunaan bahan yang tidak berasal dari hewan. Ilustrasi. (iStockphoto/Roop_Dey).
Bandung, CNN Indonesia --

PT Bio Farma (Persero) menjalin komunikasi dengan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk mengkaji bersama vaksin corona dari aspek kehalalan.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan perusahaan berkomitmen untuk memerhatikan aspek kehalalan dalam memproduksi vaksin. Selain itu, komunikasi dengan MUI dilakukan untuk mendapatkan izin edar dari Badan POM.

"Kami concern terhadap aspek kehalalan ini sehingga dalam riset dan pengembangan vaksin akan mengutamakan penggunaan bahan-bahan yang non-animal origin," ucap Honesti dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (6/8).


Terkait kapasitas produksi vaksin covid-19, Honesti menuturkan bahwa perusahaannya akan menambah kapasitas produksi vaksin menjadi 250 juta dosis vaksin per tahun. Sampai saat ini Bio Farma baru bisa menyiapkan kapasitas produksi vaksin sampai 100 juta dosis vaksin per tahunnya.

"Bio Farma, saat ini sudah siap dengan kapasitas produksi untuk vaksin Covid-19 sebanyak 100 juta dosis, dan sedang menyiapkan fasilitas produksi tambahan dengan kapasitas sebesar 150 juta dosis yang akan selesai pada Desember 2020," ucapnya.

Diketahui, vaksin covid-19 dari perusahaan China, Sinovac, mulai memasuki masa persiapan pelaksanaan uji klinis fase tiga.

Pelaksanaan uji klinis tersebut diawali dengan pelaksanaan Kick Off Meeting, yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Unpad Bandung, Kamis (6/8). Gedung Fakultas Kedokteran Unpad itu juga sebagai salah satu tempat yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19.

Melalui acara kick off meeting ini, dilakukan simulasi sebelum pelaksanaan puncak uji klinis fase tiga pada 11 Agustus 2020 mendatang.

Honesti menuturkan, peran perusahaan farmasi pelat merah ini dalam uji klinis fase tiga vaksin covid-19 adalah sebagai sponsor dengan mempersiapkan vaksin sebanyak 2.400 dosis yang tiba pada 19 Juli 2020 lalu.

"Alhamdulillah, ethical clearance dari FK Unpad dan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik dari Badan POM sudah kami dapatkan, selanjutnya akan dilaksanakan uji klinis fase tiga oleh tim peneliti uji klinis vaksin covid-19 FK Unpad, pada minggu kedua Agustus 2020 mendatang, mudah-mudahan tahap ini berjalan lancar selama enam bulan ke depan," ujar Honesti.

Ia menambahkan, apabila uji klinis ini berjalan lancar, tahap berikutnya adalah mengajukan izin edar ke Badan POM. Setelah izin edar dikantongi, Bio Farma menargetkan produksi massal vaksin covid-19 dilakukan mulai kuartal I 2021.

[Gambas:Video CNN]



(hyg/sfr)