BEI Siapkan Alat Pemantau Khusus Emiten Bermasalah

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 15:11 WIB
Alat pemantau emiten bermasalah di BEI nantinya berbentuk papan khusus yang memuat emiten bermasalah baik dari sisi kinerja maupun tata kelola. BEI akan menyiapkan alat pemantau khusus guna membantu pasar memantau emiten bermasalah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempersiapkan papan pemantauan khusus untuk perusahaan tercatat atau emiten bermasalah, baik dari sisi kinerja maupun tata kelola perusahaan.

Direktur Utama BEI Inarno Djayadi menuturkan pihak bursa menargetkan papan pemantauan khusus tersebut dapat beroperasi pada tahun ini. Pembahasan yang mengemuka saat ini, papan tersebut akan menggunakan sistem perdagangan saham yang berbeda dengan biasanya.

"Dengan periodical option, ini saham-saham yang perlu pemantauan khusus maka volatilitas pergerakan saham bisa tidak terlalu volatile," ujarnya, Senin (10/8).


Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menambahkan papan pemantauan khusus tersebut ditujukan untuk emiten yang mendekati penghapusan pencatatan (delisting), kinerja perusahaan turun signifikan, bermasalah dengan tata kelola, dan sebagainya.

"Secara detail secara konsep yang sedang dipersiapkan seperti itu. Mudah-mudahan ini masih bisa ditopang likuiditasnya menggunakan mekanisme dan price discovery (pembentukan harga saham) yang beda," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan papan tersebut memberikan proteksi bagi investor maupun calon investor melalui kesadaran akan kualitas saham emiten yang ditransaksikan.

[Gambas:Video CNN]

Inisiatif tersebut melengkapi kebijakan serupa sebelumnya, yakni notasi khusus untuk emiten yang tidak patuh pada aturan.

"Papan khusus untuk mengakomodasi perpindahan saham papan atas yang mengalami penurunan kelas dan perlu mendapatkan pengawasan dari otoritas," katanya.

Selanjutnya, kata dia, OJK akan mendorong peran penggerak pasar atau market maker untuk meningkatkan likuiditas perdagangan. Selain itu, market maker diyakini bisa mempersempit celah untuk menggoreng saham, sehingga pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel.

"Tidak dapat dipungkiri, beredarnya pemberitaan beberapa permasalahan di pasar modal mempengaruhi persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat pada industri ini," katanya.

(ulf/agt)