Harga Melejit, BEI Setop Perdagangan Saham 2 BUMN Farmasi

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 08:01 WIB
BEI menghentikan sementara perdagangan saham Kimia Farma dan Indofarma di pasar reguler dan tunai karena harganya melonjak tajam. BEI menghentikan sementara perdagangan saham dua BUMN farmasi karena melonjak tajam. Ilustrasi. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor farmasi. Kedua saham itu adalah PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF dan PT Indofarma (Persero) Tbk atau INAF.

Mengutip laman resmi BEI, suspensi saham dilakukan pada perdagangan 7 Agustus 2020. Penghentian perdagangan dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan, dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan kegiatan penghentian sementara (saham Kimia Farma dan Indofarma)," ungkap Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dalam pernyataan yang dikutip Jumat (7/8).


Keputusan ini, kata Lidia, juga bertujuan untuk memberikan waktu kepada pelaku pasar mempertimbangkan secara matang dalam bertransaksi saham Kimia Farma dan Indofarma. BEI belum memberikan kepastian kapas pastinya perdagangan saham kedua BUMN farmasi tersebut akan dibuka kembali.

Jika dilihat, pergerakan saham Kimia Farma terus melejit sejak awal Agustus 2020. Pada 3 Agustus 2020, harga saham perusahaan masih di level Rp2.110 per saham.

Kemudian, sejak itu harga saham tak pernah melandai. Pada 4 Agustus 2020, harga saham kembali naik ke level Rp2.280 per saham.

Keesokan harinya, 5 Agustus 2020 mendaki lagi ke level Rp2.850 per saham dan 6 Agustus 2020 tembus ke level Rp3.180 per saham. Terlihat, harga saham Kimia Farma kemarin melonjak hingga 11,58 persen.

[Gambas:Video CNN]

Hal yang sama terjadi pada Indofarma. Harga sahamnya kemarin naik signifikan hingga 11,93 persen.

Pada 3 Agustus 2020, harga saham Indofarma bertengger di level Rp2.180 per saham. Keesokan harinya 4 Agustus 2020 naik ke level Rp2.280 per saham.

Lalu, harga saham Indofarma kembali menanjak ke level Rp2.850 per saham pada 5 Agustus 2020. Kemarin, 6 Agustus 2020 harga sahamnya menembus angka Rp3.190 per saham.

Sejauh ini, belum ada keterbukaan informasi dari Kimia Farma dan Indofarma kepada BEI terkait faktor-faktor yang mendorong pergerakan harga saham keduanya bergerak signifikan dalam empat hari terakhir.

(aud/agt)