Jumlah Pekerja Penerima BLT Corona Ditambah Jadi 15,7 Juta

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 15:46 WIB
Jokowi menaikkan jumlah pekerja bergaji Rp5 juta penerima BLT corona dari awalnya hanya 13,87 juta jadi 15,72 juta. Jokowi naikkan jumlah pekerja bergaji Rp5 juta yang akan menerima BLT corona dari 13,87 juta menjadi 15,72 juta. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi)  menaikkan jumlah pekerja bergaji di bawah Rp5 juta yang akan diberikan bantuan langsung tunai (BLT) corona dari yang semula 13,87 juta menjadi 15,72 juta orang.

Jumlah nominal BLT yang diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat kali penyaluran dengan akumulasi Rp2,4 juta per pekerja.

"Jumlah penerima ditingkatkan menjadi 15,72 juta orang dari semula hanya 13,87 juta orang," ungkap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/8).


Bersamaan dengan peningkatan jumlah penerima subsidi upah, anggaran juga meningkat dari semula Rp33,1 triliun menjadi Rp37,7 juta triliun untuk keseluruhan program ini. Ida mengatakan saat ini data pekerja yang menerima sudah diidentifikasi dan divalidasi oleh BP Jamsostek.

Hal ini dilakukan dengan melihat kriteria dan persyaratan yang sudah dipenuhi oleh peserta BP Jamsostek yang menjadi calon penerima subsidi upah. Ida menyampaikan ada enam syarat yang harus dipenuhi calon penerima subsidi upah.

Pertama, merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kedua, terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek yang masih aktif di program kepesertaan.

Ketiga, peserta membayar besaran iuran berdasarkan ketentuan iuran bagi pekerja di bawah Rp5 juta sesuai yang dilaporkan ke BP Jamsostek. Keempat, memiliki rekening bank yang masih aktif.

Infografis Mengenal BLT untuk Pekerja Bergaji di Bawah Rp5 juta Infografis Mengenal BLT untuk Pekerja Bergaji di Bawah Rp5 juta. (CNN Indonesia/Fajrian)

Kelima, tidak masuk dalam peserta penerima manfaat Kartu Prakerja. Keenam, peserta membayar iuran sampai Juni 2020. Sebab, peserta terpilih merujuk pada data kepesertaan per tanggal 30 Juni 2020.

"BPJS Ketenagakerjaan (sekarang BP Jamsostek) bertanggung jawab mengenai kebenaran data dan manfaat kepada buruh dan pekerja," katanya.

Lebih lanjut, Ida menyatakan pemberian subsidi upah akan diberikan melalui transfer langsung ke rekening peserta yang aktif. Untuk pencairan akan dilakukan sebanyak dua bulan sekali.

"Total Rp2,4 juta yang diberikan dua bulan sekai, artinya satu kali pencairan sebesar Rp1,2 juta," terangnya.

Ia menyatakan pemerintah menggunakan data kepesertaan BP Jamsostek karena dinilai paling akurat, akuntabel, dan valid untuk program ini. Selain itu, ia merupakan apresiasi kepada peserta yang sudah patuh untuk membayar dan mengikuti program kepesertaan BP Jamsostek.

 

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK