Perusahaan Korsel Batal Garap Proyek Rel KA Bengkulu

CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 04:16 WIB
Perusahaan asal Korsel PT Pasifik Global Investment batal membangun rel kereta api sepanjang 168 Km di Bengkulu. Perusahaan asal Korsel PT Pasifik Global Investment batal membangun rel kereta api sepanjang 168 Km di Bengkulu. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Suryanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) PT Pasifik Global Investment batal mengerjakan proyek pembangunan rel kereta api sepanjang 168 kilometer di Provinsi Bengkulu. Sedianya, rel itu akan menghubungkan Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu ke stasiun Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong.

Asisten II Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Bengkulu Yuliswani mengungkapkan pembatalan tersebut lantaran perusahaan tidak menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama.

"Hanya saja dalam perjalanannya tidak ada tindak lanjut dari PT Pasific Global terkait MoU tersebut dan kami sudah bersurat yang intinya mempertanyakan tindak lanjut MoU tapi hingga saat ini sama sekali tidak ada jawaban," kata Yuliswani seperti dikutip dari Antara, Sabtu (8/8).


Kendati perusahaan asal Korsel batal menggarap proyek, Yuliswani memastikan pembangunan infrastruktur moda transportasi kereta api itu tetap dilanjutkan.

Nantinya, pembangunan rel kereta api itu akan dikerjakan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Bengkulu yaitu PD Bimex yang akan bekerjasama dengan PT Pos Group.

"Kami sudah rapat untuk membahas program investasi dan pembangunan infrastruktur perkeretaapian Pulau Baai ke Kota Padang bersama PT Pos Group dan mereka juga minta bekerjasama dengan BUMD kita," paparnya.

Secara teknis, PT Trans Rentang Nusantara selaku pemegang kontrak akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama PD Bimex.

"Setelah itu barulah PD Bimex melakukan kerjasama dengan PT Pos Group dalam realisasi pembangunan rel kereta api itu," ujarnya.

Sebagai informasi, nota kesepahaman antara Pasifik Global Investment dan PT Trans Rentang Nusantara selaku pemegang kontrak pembangunan rel kereta api tersebut diteken pada awal Februari lalun dan disaksikan langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Rencananya, pembangunan rel kereta api ini dari pelabuhan Pulau Baai ini akan melewati empat daerah di antaranya Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong.

Pembangunan rel kereta api ini juga akan dibarengi dengan pembangunan lima stasiun penumpang yaitu stasiun di Kota Padang-Rejang Lebong, stasiun di Kepala Curup-Rejang Lebong, stasiun di Kabupaten Kepahiang, stasiun Talang Empat-Bengkulu Tengah dan stasiun Betungan-Kota Bengkulu.

[Gambas:Video CNN]



(Antara/sfr)