Aksi Ambil Untung Tekan Minyak Dunia

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 06:55 WIB
Harga minyak dunia tertekan 1 persen lebih akibat aksi ambil untung dan meredupnya harapan pasar atas gelontoran stimulus ekonomi AS. Minyak dunia tertekan 1 persen lebih akibat aksi ambil untung yang dilakukan pasar. Ilustrasi. (iStock/nielubieklonu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak tertekan pada akhir perdagangan Selasa (11/8) sore waktu AS atau Rabu (12/8) pagi WIB. Padahal, minyak sempat menguat di awal sesi perdagangan.

Minyak tertekan meredupnya harapan pasar atas paket stimulus guna mengurangi tekanan ekonomi AS akibat virus corona.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot 49 sen atau 1,1 persen ke level US$44,50 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun 33 sen atau 0,8 persen ke level US$41,61 per barel.


Selain tertekan harapan stimulus, minyak juga mendapatkan beban berat dari aksi ambil untung yang dilakukan pasar menjelang pengumuman data mingguan persediaan minyak AS.

Setelah pasar reguler ditutup, data industri dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah turun 4 juta barel pekan lalu. Itu lebih besar dari ekspektasi analis yang hanya berharap pasokan minyak susut 2,9 juta barel.

Data resmi pemerintah tentang persediaan minyak akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Petinggi Partai Republik dan Demokrat di Senat AS masih berbeda pandangan soal kebijakan stimulus fiskal untuk penanganan virus corona sampai Selasa (11/8).

Perdebatan membuat pembicaraan tentang paket baru tentang tunjangan bagi puluhan juta orang yang kehilangan pekerjaan akibat krisis corona menjadi makin tidak jelas.

[Gambas:Video CNN]

"Sekarang ada keraguan tentang paket stimulus dan berita Rusia juga," kata direktur riset pasar di Tradition Energy Gary Cunningham seperti dikutip dari Antara, Rabu (12/8).

Presiden Vladimir Putin mengklaim pada Selasa (11/8) bahwa Rusia telah menjadi negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin COVID-19. Tetapi persetujuan tersebut mengkhawatirkan beberapa ahli karena vaksin tersebut masih harus menyelesaikan uji coba akhir.

Namun, tanda-tanda pemulihan permintaan minyak Asia membantu sentimen pasar.

CEO Aramco, Arab Saudi Amin Nasser pada Minggu (9/8) memperkirakan permintaan minyak rebound di Asia karena ekonomi secara bertahap dibuka kembali setelah penguncian untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

(Antara/agt)