Awal Pekan, Harga Minyak Dunia Berbalik Naik

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 09:49 WIB
Harga minyak mentah menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (10/8), ditopang kebijakan Irak memangkas produksi. Harga minyak mentah menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (10/8), ditopang kebijakan Irak memangkas produksi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan hari ini, Senin (10/8). Peningkatan harga minyak didukung sentimen harapan kesepakatan stimulus fiskal dari pemerintah dan parlemen AS, serta rencana Irak untuk memangkas produksi minyak.

Dilansir dari Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober naik 40 sen atau 0,9 persen menjadi US$44,8 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September merosot 73 sen atau 1,7 persen menjadi US$41,22 per barel di New York Mercantile Exchange.


Dari sisi kesepakatan stimulus fiskal, Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Munchin mengatakan mereka bersedia untuk memulai kembali pembicaraan tentang kesepakatan stimulus sampai sisa akhir tahun ini.

Hal ini memberi titik cerah dari perselisihan yang sebelumnya terjadi antara Demokrat AS dan Gedung Putih. 

Dari sisi produksi minyak, Irak berencana memangkas produksi sekitar 400 ribu barel per hari pada Agustus-September 2020 untuk mengompensasi kelebihan produksi dalam tiga bulan terakhir.

Langkah tersebut sejalan dengan rencana Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) ditambah Rusia atau dikenal dengan OPEC+. 

Rencana pemotongan ini akan membuat produksi Irak menjadi 1,25 juta barel per hari mulai bulan ini sampai tahun depan.

Kepala Eksekutif Aramco Arab Saudi Amin Nasser memperkirakan permintaan minyak akan berbalik meningkat (rebound) di pasar Asia karena aktivitas ekonomi mulai dibuka secara bertahap. 

Ahli Strategi Pasar dari AxiCorp Stephen Innes memperkirakan sentimen ini bisa mengangkat harga minyak global.

"Ada sedikit hal positif pagi ini yang berasal dari komentar Saudi Aramco yang melihat ada pemulihan dalam permintaan. Arab Saudi dan Irak menjalin hubungan yang lebih baik atas kesepakatan minyak untuk prospek kepatuhan," kata Innes.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)