Neraca Dagang RI Surplus dengan AS dan Filipina

CNN Indonesia | Rabu, 19/08/2020 05:31 WIB
Badan Pusat Statistik mengatakan neraca perdagangan Indonesia dengan dua negara yang terkena resesi tercatat surplus pada Juli 2020. Badan Pusat Statistik mengatakan neraca perdagangan Indonesia dengan dua negara yang terkena resesi tercatat surplus pada Juli 2020.(CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan neraca perdagangan Indonesia dengan dua negara yang terkena resesi tercatat surplus pada Juli 2020. Dua negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat (AS) dan Filipina.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan Indonesia tercatat surplus dengan AS sebesar US1,04 miliar. Rinciannya, ekspor Indonesia ke AS sebesar US4,6 miliar, sedangkan impornya sebesar US$566,9 juta.

"Di sana yang buat surplus barang-barangnya adalah pakaian, aksesoris, dan satu lagi mesin perlengkapan elektrik," ucap Suhariyanto dalam video conference, Selasa (18/8).


Kemudian, neraca dagang Indonesia dengan Filipina terlihat surplus sebesar US$460 juta pada Juli 2020. Ini karena impor dari negara tersebut hanya sebesar US$30,2 juta, sedangkan ekspor ke Filipina mencapai US$490,6 juta.

"Neraca dagang dengan Filipina surplus karena ekspor bahan baku mineral, serta berbagai makanan dan olahan," imbuh Suhariyanto.

Diketahui, AS dan Filipina masuk ke jurang resesi pada kuartal II 2020. Ekonomi dua negara tersebut terkontraksi atau minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Ekonomi AS tercatat minus sebesar 5 persen pada kuartal I 2020 dan kembali minus 32,9 persen pada kuartal II 2020. Kemudian, ekonomi Filipina minus 0,2 persen pada kuartal I 2020 dan minus 16,5 persen pada kuartal II 2020.

Selain dengan AS dan Filipina, neraca dagang Indonesia juga surplus terhadap India sebesar US$466,9 juta pada Juli 2020. Tercatat, ekspor ke India pada bulan lalu sebesar US$800,4 juta dan impor dari Filipina hanya US$333,5 juta.

Di sisi lain, neraca dagang Indonesia defisit dengan Korea Selatan sebesar US$114,2 juta pada Juli 2020. Pasalnya, impor dari negara tersebut mencapai US$542,6 juta, sedangkan ekspor ke Korea Selatan hanya US$428,4 juta.

Begitu juga dengan Brasil yang tercatat defisit sebesar US$138,3 juta pada Juli 2020. Rinciannya, ekspor ke Brasil hanya US$28,4 juta dan impor sebesar US$216,7 juta.

Lalu, Indonesia juga tercatat defisit dengan China mencapai US$694,9 juta pada Juli 2020. Maklum, nilai impor dari China bulan lalu mencapai US$3,22 miliar, sementara ekspor ke negara tersebut hanya US$2,52 miliar.

"Barang yang membuat neraca dagang defisit dengan China adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta barang dari plastik," jelas Suhariyanto.

Secara keseluruhan, neraca dagang Indonesia pada Juli 2020 surplus US$3,26 miliar. Surplus terjadi karena impor turun 2,73 persen secara bulanan dari US$10,76 miliar menjadi US$10,47 miliar.

Sementara, nilai ekspor Indonesia berhasil naik pada Juli 2020. Tercatat, ekspor meningkat 14,33 persen secara bulanan dari US$12,01 miliar menjadi US$13,73 miliar.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)