RI-Filipina Teken MoU Kerja Sama Promosi Investasi

CNN Indonesia | Selasa, 25/08/2020 22:03 WIB
RI dan Filipina meneken nota kesepahaman yang mencakup pertukaran informasi investasi, promosi dan fasilitas penanaman modal. RI dan Filipina meneken nota kesepahaman yang mencakup pertukaran informasi investasi, promosi dan fasilitas penanaman modal. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama Promosi Penanaman Modal dengan Filipina.

Penandatanganan tersebut diwakili Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman serta Kepala Pelaksana Badan Investasi Republik Filipina Ceferino S. Rodolfo

Ikmal berharap penandatanganan itu mendorong kerja sama antar kedua negara ke arah yang lebih baik, terutama dalam menarik investasi asing ke negara masing-masing.


"Selanjutnya kedua negara dapat melakukan sesuatu yang lebih bersinergi dan bisa memanfaatkan competitive advantage serta comparative advantage masing-masing negara yang tentunya memiliki karakteristik yang berbeda," ujar Ikmal di kantor BKPM, Selasa (25/8).

Cakupan kerja sama yang diatur dalam MoU ini, antara lain pertukaran informasi investasi seperti kebijakan, peraturan dan prosedur perizinan penanaman modal serta peluang penanaman modal potensial, termasuk realisasi investasi luar negeri dari masing-masing negara.

Selain itu, MoU juga mencakup kerja sama promosi dan fasilitas penanaman modal dari Filipina ke Indonesia dan sebaliknya; serta bekerja sama dalam melaksanakan pertemuan bisnis, seperti seminar, roadshow dan pertemuan match-making.

Ikmal menuturkan, kerja sama ini akan berlaku untuk jangka waktu 5 tahun dan dapat diperpanjang selama 3 tahun dengan persetujuan tertulis dari kedua pihak.

Penandatanganan MoU ini juga merupakan pelaksanaan komitmen dalam forum bilateral antar kedua negara, dimana terdapat pengakuan bahwa promosi dan fasilitasi penanaman modal memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Filipina.

Sebagai tindak lanjut dari berlakunya MoU ini, BKPM dan Badan Investasi Republik Filipina akan mengadakan pertemuan berkala sedikitnya sekali dalam setahun.

"Pertemuan bertujuan untuk membahas rencana kerja pada tahun berikutnya oleh kedua pihak dalam mengimplementasikan cakupan kerja sama," imbuh Ikmal.

Berdasarkan catatan Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (Pusat KOPI) BKPM, sepanjang periode semester I tahun 2020, realisasi investasi Filipina di Indonesia sebesar US$128,3 ribu.

Investasi tersebut antara lain mencakup sektor Hotel dan Restoran (US$104,2 ribu); Industri Makanan (US$22,8 ribu); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (US$0,7 ribu); dan Perdagangan dan Reparasi (US$0,6 ribu).

Provinsi DKI Jakarta masih menjadi lokasi utama untuk realisasi investasi Filipina, disusul Jawa Barat, Sulawesi Utara, Jawa Timur dan Banten.

Dalam kesempatan yang sama Ceferino S. Rodolfo menyatakan MoU tersebut adalah bagian dari upaya pemerintahnya untuk menjalin hubungan bilateral yang lebih dekat dengan Indonesia.

"Kami berharap dapat terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan baik yang akan semakin memperkuat hubungan.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)