BPS Catat Deflasi Agustus 0,05 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2020 11:42 WIB
BPS mencatat deflasi 0,05 persen pada Agustus. Deflasi disumbang oleh kelompok makanan dan tembakau, termasuk penurunan tarif angkutan udara. BPS mencatat deflasi 0,05 persen pada Agustus. Deflasi disumbang oleh kelompok makanan dan tembakau, termasuk penurunan tarif angkutan udara. (CNN Indonesia/Artho Viando).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau deflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Agustus 2020. Deflasi ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang juga mencatat deflasi 0,10 persen.

Deflasi kali ini lebih rendah jika dibandingkan Agustus tahun lalu yang mengalami inflasi sebesar 0,12 persen.

Sementara itu, secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 0,93 persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) inflasi mencapai 1,32 persen pada Agustus ini.


"Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 90 kota pada Agustus 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto, Selasa (1/9).

Suhariyanto mengatakan jika ditengok berdasarkan kelompok pengeluaran, maka sebanyak dua kelompok mengalami deflasi, sedangkan lainnya mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar minus 0,86 persen, dengan andil kepada deflasi minus 0,22 persen.

"Ada beberapa komoditas yang dominan andil kepada deflasi karena penurunan harga yang pertama penurunan harga daging ayam ras andil kepada inflasi 0,09 persen, bawang merah yang memberikan andil deflasi 0,07 persen, tomat andil 0,02 persen, telur ayam ras dan beberapa jenis buah seperti jeruk dan pisang masing-masing 0,01 persen," paparnya.

Kemudian, kelompok transportasi juga mengalami deflasi sebesar 0,14 persen, dengan andil kepada inflasi 0,02 persen. Deflasi pada kelompok ini dipicu oleh penurunan tarif angkutan udara.

Sementara itu kelompok lainnya mengalami inflasi. Tercatat, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen, dengan andil inflasi 0,01 persen

Lalu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen, dengan andil nol persen. Selanjutnya, kelompok perlengkapan peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen dengan andil 0,01 persen.

Kemudian, kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, dengan andil nol persen. Lalu, inflasi kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,03 persen dengan andil nol persen.

Selanjutnya, inflasi kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen, dengan andil nol persen dan kelompok pendidikan 0,57 persen dengan andil 0,3 persen.

Lalu, inflasi kelompok penyediaan makanan dan minuman sebesar 0,13 persen dengan andil 0,01 persen dan inflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 2,02 persen dengan andil 0,13 persen

"Terjadi deflasi pada Agustus disebabkan oleh turunnya harga daging ayam ras, bawang merah tomat dan tarif angkutan udara," katanya.

Berdasarkan komponennya, inflasi terjadi berkat sumbangan komponen bergejolak dengan deflasi minus 1,44 persen, dengan andil minus 0,24 persen.

Dalam komponen ini, komponen energi mengalami deflasi 0,01 persen, dengan andil nol persen. Sedangkan, komponen bahan makanan bergejolak (volatile food) mengalami deflasi 1,29 persen, dengan andil 0,23  persen.

Lalu, komponen harga diatur pemerintah (administered price) tercatat deflasi 0,02 persen, dengan andil nol persen. Sedangkan inflasi inti sebesar 0,29 persen, dengan andil 0,19 persen.

Berdasarkan wilayah, deflasi terjadi di  53 kota dari 90 kota IHK. Sementara, 37 kota lainnya mengalami deflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 0,92 persen. Sedangkan deflasi terendah di Sibolga, Tembilahan , Bekasi, dan Banyuwangi sebesar masing-masing 0,01 persen. Sedangkan inflasi tertinggi di Meulaboh sebesar 0,88 persen.

Sebelumnya, hasil survei pemantauan IHK Bank Indonesia (BI) mencatat potensi inflasi sebesar 0,01 persen secara bulanan pada Agustus 2020. Inflasi terjadi karena kenaikan harga emas perhiasan pada beberapa waktu terakhir.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK