Food Estate Kalteng Dimulai Oktober 2020

CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2020 15:17 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek lumbung pangan (food estate) di Kalteng akan mulai dilakukan cocok tanam pada Oktober 2020. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek lumbung pangan (food estate) di Kalteng akan mulai dilakukan cocok tanam pada Oktober 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan dimulai paling cepat Oktober 2020 hingga Maret 2021. Itu artinya petani sudah bisa mulai bercocok tanam di wilayah tersebut.

Sebagai tahap permulaan, awal Oktober akan dilakukan proses pekerjaan irigasi dan olah tanah dapat diselesaikan. Sehingga pada bulan itu pula proses bercocok tanam sudah dilakukan.

Diharapkan, food estate akan menjadi lumbung pangan terbaru di luar Pulau Jawa. Pembangunan pusat tanaman pangan merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.


Dalam proyek ini, Basuki menyebut pihaknya melibatkan lintas kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, Kementerian BUMN, dan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk sinkronisasi program kerja.

Lebih lanjut, terdapat dua pengembangan food estate di Kalteng. Pertama, untuk tanaman padi dengan sektor utama Kementerian Pertanian yang berada di lahan aluvial seluas 165 ribu hektare (ha) di atas lahan bekas Pengembangan Lahan Gambut (PLG).

Kedua, untuk tanaman singkong dengan sektor utama Kementerian Pertahanan seluas 60 ribu ha.

Sebagai tahap awal, akan mulai dikerjakan untuk tanaman padi seluas 32 ribu ha yang terdiri dari 30 ribu ha di kawasan dengan kondisi sawah dan irigasi baik, termasuk juga 2.000 ha di Kecamatan Dadahup.

"Untuk tanaman padi dimulai dengan perbaikan saluran irigasi dan perbaikan jalan-jalan masuk (aksesibilitas) menuju kawasan food estate pada Oktober 2020. Sisanya 133 ribu ha akan dilanjutkan nanti 2021, sehingga akhir 2021 kawasan estate padi seluas 165 ribu ha selesai dikerjakan fisik semua dan mulai tanam penuh pada 2021," katanya seperti dikutip dari setkab.go.id, Rabu (2/9).

Sementara untuk food estate tanaman singkong, tahun ini direncanakan pengerjaan 30 ribu ha lahan dari total area pengembangan 60 ribu ha di Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisang, dan Kabupaten Kapuas. 

Sisanya seluas 30 ribu ha yang berada di Kabupaten Murung Raya akan mulai dilaksanakan pada 2021.

"Sekarang anggarannya sudah tersedia, Kementerian Pertahanan akan menggerakkan prajurit Zeni TNI AD dalam rangka land clearing, land grabbing, untuk siapkan lahan tanaman singkong. Ini lebih mudah dari padi yang lebih sensitif. Kalau padi harus benar-benar flat (datar) untuk bisa irigasi dengan baik," terang Basuki.

Menurut dia, ketersediaan air menjadi kunci utama program pengembangan pusat tanaman pangan di Kalteng.

Karena itu, Kementerian PUPR mengembangkan tata air untuk pengembangan food estate melalui rehabilitasi dan peningkatan saluran dan jaringan irigasi, baik mulai irigasi primer, sekunder, tersier, maupun kuarter. 

Selain infrastruktur, dalam pengembangan program food estate juga tengah disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibawah koordinasi Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN.

"Untuk persiapan SDM akan ada program komponen cadangan. Kami akan merekrut secara sukarela masyarakat, utamanya dari lokal dengan rentang usia 28-35 tahun. Kemudian ikut program komponen cadangan dengan dilatih bagaimana cara bertani dalam waktu kurang lebih 4 bulan," sebut Wamen BUMN Budi Gunadi.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK