Jokowi Lanjutkan Bantuan UMKM dan Kartu Prakerja Hingga 2021

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2020 14:22 WIB
Presiden Jokowi disebut akan melanjutkan pemberian bantuan untuk usaha mikro Rp2,4 juta per penerima dan kartu prakerja hingga 2021 nanti. Presiden Jokowi disebut akan melanjutkan pemberian bantuan untuk usaha mikro Rp2,4 juta per penerima dan kartu prakerja hingga 2021 nanti. (Muchlis - Biro Pers).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut akan melanjutkan pemberian bantuan untuk usaha mikro (BPUM) Rp2,4 juta per penerima dan program kartu prakerja pada 2021 mendatang.

Kedua program tersebut dilanjutkan dengan tujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah rencana pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi virus corona atau covid-19.

"Bantuan Presiden untuk UMKM akan dilanjutkan. Kemudian, kartu prakerja," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Airlangga Hartarto usai sidang kabinet di Istana Negara, Senin (7/9).


Kendati demikian, ia belum menjelaskan lebih lanjut mengenai nominal, durasi, sasaran, dan mekanisme pemberian bansos tersebut apakah sama dengan penyaluran pada tahun ini.

Pada program bantuan untuk usaha mikro, Jokowi memberikan bantuan kepada 12 juta UMKM dengan nominal Rp2,4 juta per penerima.

Sementara, untuk kartu prakerja dibuat sebagai program semi bansos yang turut memberikan pelatihan kepada pesertanya.

Saat ini, kartu prakerja diberikan kepada 5,6 juta penerima dengan nominal masing-masing Rp3,55 juta per peserta. Terdiri dari insentif Rp2,4 juta, biaya pelatihan Rp1 juta, dan bonus survei Rp150 ribu. 

Selain kedua program itu, Jokowi juga akan melanjutkan program bansos tunai (BLT) berupa subsidi upah sebesar Rp600 ribu per bulan kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

"Bantuan subsidi gaji, itu akan dilanjutkan pada kuartal pertama tahun depan," katanya.

Disamping itu juga memberikan bansos tunai seperti program keluarga harapan (PKH) hingga kartu sembako. "Diharapkan, program masih menjaga daya beli masyarakat di dalam situasi pandemi covid-19," jelasnya.

Tak ketinggalan, pemerintah akan melakukan distribusi vaksin merah putih pada tahun depan. Ditargetkan, Kementerian Kesehatan mendistribusikan sebanyak 30 juta vaksin.

Pemerintah pun sudah menyiapkan anggaran pengadaan vaksin sebesar Rp3,8 triliun pada tahun ini. Sementara, anggaran jangka panjang (multiyears) akan mencapai Rp37 triliun. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER