Menperin Akui Omzet IKM Turun Hingga 90 Persen karena Corona

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 06:40 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkapkan omzet sektor IKM turun sebesar 50 persen-90 persen akibat pandemi covid-19. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkapkan omset sektor IKM turun sebesar 50 persen-90 persen akibat pandemi covid-19. (dok. Kementerian Perindustrian).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkapkan omzet sektor Industri Kecil Menengah turun sebesar 50 persen-90 persen akibat pandemi covid-19. Selain itu, IKM juga kesulitan mendapatkan bahan baku karena pembatasan aktivitas ekonomi untuk mencegah penularan virus corona.

"Omzet penjualan turun 50-90 persen karena daya beli masyarakat turun," ujarnya saat membuka acara Festival Virtual Bangga Mesin Buatan Indonesia 2020, Selasa (15/9).

Padahal, kata dia, jumlah IKM di Indonesia mencapai 1,3 juta. Sementara itu, serapan tenaga kerja dari IKM tersebut mencapai 3,42 juta orang.


Ia menuturkan pemerintah telah memberikan bantuan kepada sektor IKM yang terdampak pandemi covid-19. Pemerintah secara total menyiapkan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp695,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, anggaran untuk UMKM sebanyak Rp123,46 triliun.

"Ini sejak awal serta terus menerus dilakukan, pemerintah memantau dan mendorong semaksimal mungkin agar upaya yang diberikan kepada sektor industri kecil menengah bisa terealisasi dan terasa manfaatnya," ucapnya.

Tak hanya itu, ia mendorong agar IKM tersebut bisa menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan pemasaran. Sebab, berdasarkan data yang dia kantongi, sektor IKM yang masuk pada e-commerce baru mencapai 15,08 persen, sisanya masih menggunakan sistem pemasaran konvensional.

"Sekarang kita memasuki era baru yang mengubah perilaku masyarakat, secara positif dampak pandemi ini mempercepat transformasi digital," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan serapan dana program PEN. Angka itu setara 34,1 persen dari total pagu anggaran PEN yakni Rp695,2 triliun.

Khusus untuk UMKM, serapannya diklaim sudah mencapai 91,43 persen dari pagu anggaran Rp123,46 triliun. Itu berarti, serapannya sudah mencapai Rp112,87 triliun.

"Penyerapan anggaran tadi dilaporkan sebesar 34,1 persen dari pagu year to date (sejak awal tahun) dari Rp695 triliun," ujarnya dalam konferensi pers setelah rapat terbatas kemarin.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)