Nestle Bakal Ekspansi Bisnis Rp1,5 Triliun di Indonesia

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2020 05:50 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut Nestle akan melakukan mutual investment senilai US$100 juta atau setara Rp1,5 triliun. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut Nestle akan melakukan mutual investment senilai US$100 juta atau setara Rp1,5 triliun. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut Nestle, perusahaan konsumer asal Swiss, bakal melakukan ekspansi bisnis di Indonesia senilai US$100 juta atau setara Rp1,5 triliun (kurs Rp15 ribu per dolar AS).

"Saya kira keseriusan dari head office Nestle menyetujui penambahan mutual investment US$100 juta merupakan keputusan tepat, bukan hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan industri, tapi juga perkembangan perusahaan sebagai salah satu yang terbesar di dunia," ujarnya, mengutip Antara, Jumat (11/9).

Penambahan investasi dari Nestle, kata Agus, merupakan komitmen yang sangat baik untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri manufaktur nasional. Terutama, dilakukan di tengah tekanan ekonomi akibat krisis kesehatan pandemi corona.


Direktur Utama Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar optimistis produk-produk kebutuhan harian masih akan tumbuh positif di Indonesia.

"Karena itu sebagai perusahaan yang memiliki komitmen jangka panjang, Nestle meyakini perlu meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen," jelasnya.

Nestle, lanjut dia, juga melakukan pembinaan dan kemitraan dengan para peternak sapi di Jawa Timur untuk menghasilkan susu segar sebagai food stock dengan rata-rata belanja susu segar dari 26 ribu peternak mencapai Rp1,7 triliun.

Kemudian, program serupa dengan petani kopi di Tanggamus, Lampung. Perusahaan mengklaim membeli kopi dari para petani senilai Rp1 triliun per tahun.

[Gambas:Video CNN]



(bir)