Wamen BUMN Ungkap Rencana Anak Usaha Telkom IPO

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 06:42 WIB
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan anak usaha Telkom yang bernama Mitratel akan melakukan IPO demi mencari dana segar. Kementerian BUMN menyatakan anak usaha Telkom, Mitratel akan melakukan IPO dalam waktu dekat ini. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau Telkom bernama PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) akan menggelar penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan langkah itu dilakukan sebagai  bagian dari rencana perusahaan pelat merah dalam mencari pendanaan.

"Ke depan ada berbagai klaster yang IPO, strategic partner, dari PT Pertamina (Persero), Telkom, Mitratel IPO," ujar pria yang akrab disapa Tiko dalam diskusi virtual HSBC Orchestrating The Next Move: Transforming Indonesia Into Asia's Next Supply Chain Hub, Rabu (16/9).

Hanya saja, Tiko tak menjelaskan rinci kapan tepatnya Mitratel akan melantai di bursa saham. Hal yang pasti, ia bilang BUMN kini cukup terbuka dengan berbagai skema pendanaan, mulai dari kerja sama dengan asing, swasta, dan IPO.


"BUMN terbuka untuk kerja sama dengan swasta dan berbagai pihak asing. Cukup banyak transaksi dan kami membuka diri," jelas Tiko.

Sebagai informasi, informasi terkait rencana Mitratel untuk IPO bukanlah isu baru. Manajemen Telkom pada 2016 lalu sempat mengumumkan bahwa anak usahanya tersebut akan IPO.

Saat itu, manajemen masih terus mengkaji kapan waktu yang tepat bagi Mitratel untuk IPO. Perusahaan terus memantau situasi pasar sebelum melepas anak usahanya ke lantai bursa.

Selain Telkom, Manajemen Pertamina juga menargetkan sub holding hulu dapat segera melakukan IPO. Target ini menyusul permintaan Menteri BUMN Erick Thohir agar sub holding Pertamina melantai di bursa dalam dua tahun ke depan.

[Gambas:Video CNN]

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan aksi korporasi menjadi pertimbangan perusahaan karena besarnya kebutuhan pendanaan dalam pengembangan potensi bisnis. Salah satunya adalah Blok Rokan yang diserahkan pengelolaannya kepada Pertamina usai masa kontrak Chevron Pacific Indonesia rampung pada 2021.

Dengan melakukan IPO, tambah Nicke, PHE juga dapat mengembangkan banyak aset di hulu yang membutuhkan biaya besar. Pertamina sendiri menargetkan agar ke depannya 60 persen investasi bisa difokuskan untuk pengembangan sektor hulu.

(aud/agt)