BPJS Catat 14,7 Juta No Rekening Calon Penerima BLT Pekerja

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 09:54 WIB
BPJS Ketenagakerjaan mencatat 14,7 juta nomor rekening calon penerima BLT pekerja, di antaranya 11,8 juta nomor rekening disetor ke Kemenaker. BPJS Ketenagakerjaan mencatat 14,7 juta nomor rekening calon penerima BLT pekerja, di antaranya 11,8 juta nomor rekening disetor ke Kemenaker. (CNN Indonesia/Daniela).
Jakarta, CNN Indonesia --

BPJS Ketenagakerjaan mengklaim telah mengantongi 14,7 juta nomor rekening calon penerima bansos tunai (BLTpekerja atau subsidi upah. Jumlah ini mencapai 93,51 persen dari target penerima subsidi upah mencapai 15,72 juta orang pekerja. 

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto merinci dari nomor rekening yang sudah dikantongi itu baru sekitar 11,8 juta nomor yang disetor ke Kementerian Ketenagakerjaan. Hal ini karena sudah lolos tahap validasi. 

"Total nomor rekening yang telah kami serahkan ke Kemnaker hingga saat ini sebanyak 11,8 juta data nomor rekening peserta," ungkap Agus seperti dikutip dari Antara, Jumat (18/9). 


Sementara sisanya masih dalam proses validasi, sehingga belum disetor ke pemerintah. Teranyar, BPJS Ketenagakerjaan baru saja menyetor data 2,8 juta calon penerima subsidi gelombang empat ke pemerintah pada pertengahan pekan ini. 

Agus memastikan proses validasi akan dilakukan secara hati-hati agar pemberian subsidi upah benar-benar tepat sasaran. Bila ada data pekerja yang tidak sesuai, maka BPJS Ketenagakerjaan akan mengembalikannya ke perusahaan atau pemberi kerja untuk dicek ulang. 

"Selasa kemarin merupakan hari terakhir penyampaian data nomor rekening calon penerima BSU oleh perusahaan atau pemberi kerja, namun untuk nomor rekening yang telah disampaikan dan kami kembalikan karena perlu dikonfirmasi, kami masih menunggu hasil konfirmasi ulang tersebut sampai akhir bulan September," jelasnya. 

Validasi data meliputi pemeriksaan ulang nomor rekening yang tidak aktif karena ditutup atau dibekukan, nama tidak sesuai dengan nomor rekening, serta data nomor rekening yang tidak sesuai catatan kepesertaan atau kepesertaan lebih dari satu.

"Kami harap perusahaan berusaha secepat mungkin untuk menyampaikan data konfirmasi tersebut," katanya.

Sejauh ini, Agus mencatat ada data 1,7 juta pekerja yang tidak memenuhi kriteria, sehingga dinyatakan tidak berhak menerima subsidi gaji dari pemerintah.

Dari sisi realisasi, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang mencatat penyaluran BLT pekerja sudah diberikan ke 2,47 juta penerima atau 99,32 persen dari sasaran 2,5 juta pada gelombang pertama. 

Lalu, realisasi penyaluran gelombang kedua mencapai 2,97 juta penerima atau 99,28 persen dari sasaran. Sementara, penyaluran gelombang ketiga baru mencapai 1,43 juta atau 40,9 persen dari sasaran. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)